Inggris: Rezim Suriah positif gunakan gas Sarin
Rabu, 05 Juni 2013 - 16:54 WIB
Inggris: Rezim Suriah positif gunakan gas Sarin
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Inggris pada Rabu (5/6/213), mengatakan, hasil tes fisiologis dari sampel terbukti jika Suriah positif menggunaka senjata kimia jenis gas sarin. Inggris memberikan sinyal, pengguna senjata kimia itu adalah rezim Presiden Bashar al-Assad.
”Materi dari senjata (yang dipakai) Suriah dinyatakan positif sarin," kata seorang juru bicara pemerintah Inggris, dikutip AFP. ”Ada informasi tambahan, jika senjata itu digunakan rezim (Assad),” lanjut dia.
Menurut juru bicara pemerintah Inggris itu, keraguan jika Suriah tak memakai senjata kimia gas sarin terus berkurang. ”Ini sangat memprihatinkan. Penggunaan senjata kimia adalah kejahatan perang. Assad harus memberikan akses langsung kepada tim investigasi PBB,” ucapnya.
Kesimpulan bahwa Suriah memakai senjata kimia gas sarin diperoleh dari hasil uji laboraturium teknologi dan pertahanan di Porton, Inggris selatan. ”Kami telah memperoleh sampel fisiologis dari Suriah yang telah diuji di DSTL,” ujar peneliti di laboraturium tersebut.
Uni Eropa, pekan lalu sepakat untuk mencabut embargo dan mempersenjatai pemberontak Suriah setelah terjadi perbedaan pendapat antara Inggris dan Perancis.
Sementara, Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, sebelumnya menyatakan, Amerika Serikat akan mengumpulkan bukti lebih banyak untuk membuktikan ada tidaknya penggunaan senjata kimia di Suriah, agar tidak keliru memutuskan kebijakan.
”Materi dari senjata (yang dipakai) Suriah dinyatakan positif sarin," kata seorang juru bicara pemerintah Inggris, dikutip AFP. ”Ada informasi tambahan, jika senjata itu digunakan rezim (Assad),” lanjut dia.
Menurut juru bicara pemerintah Inggris itu, keraguan jika Suriah tak memakai senjata kimia gas sarin terus berkurang. ”Ini sangat memprihatinkan. Penggunaan senjata kimia adalah kejahatan perang. Assad harus memberikan akses langsung kepada tim investigasi PBB,” ucapnya.
Kesimpulan bahwa Suriah memakai senjata kimia gas sarin diperoleh dari hasil uji laboraturium teknologi dan pertahanan di Porton, Inggris selatan. ”Kami telah memperoleh sampel fisiologis dari Suriah yang telah diuji di DSTL,” ujar peneliti di laboraturium tersebut.
Uni Eropa, pekan lalu sepakat untuk mencabut embargo dan mempersenjatai pemberontak Suriah setelah terjadi perbedaan pendapat antara Inggris dan Perancis.
Sementara, Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, sebelumnya menyatakan, Amerika Serikat akan mengumpulkan bukti lebih banyak untuk membuktikan ada tidaknya penggunaan senjata kimia di Suriah, agar tidak keliru memutuskan kebijakan.
(esn)