Tiga personel ISAF tewas di Afghanistan
Sabtu, 01 Juni 2013 - 22:14 WIB
Tiga personel ISAF tewas di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Tiga personel pasukan koalisi yang dipimpin NATO di Afghanistan (ISAF), termasuk seorang warga sipil, dilaporkan tewas dalam dua insiden terpisah di negara itu, Sabtu (1/6/2013).
"Salah satu anggota ISAF dan satu warga sipil yang membantu ISAF, tewas selama serangan bersenjata di Afghanistan timur, hari ini," sebut pernyataan pasukan koalisi, seperti dikutip dari Naharnet.com.
Pernyataan itu menambahkan, bahwa identifikasi korban akan dirilis oleh otoritas nasional. “Kematian korban ketiga diakibatkan oleh bom rakitan,” lanjut pernyataan itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sepanjang Mei lalu, dilaporkan 26 anggota ISAF tewas. Jumlah ini menurun dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya, di mana jumlah korban tewas dalam tubuh ISAF mencapai 45 orang.
Menurunnya jumlah korban tewas, disebabkan karena tentara Afghanistan semakin mengambil alih pertempuran melawan gerilyawan, menjelang penarikan pasukan tempur asing tahun depan.
Selama ini, masih kerap timbul kekhawatiran soal kemampuan pasukan keamanan Afghanistan dalam mengemban tanggung jawab menjaga keamanan di negara itu pasca hengkangnya pasukan asing pada 2014 mendatang.
"Salah satu anggota ISAF dan satu warga sipil yang membantu ISAF, tewas selama serangan bersenjata di Afghanistan timur, hari ini," sebut pernyataan pasukan koalisi, seperti dikutip dari Naharnet.com.
Pernyataan itu menambahkan, bahwa identifikasi korban akan dirilis oleh otoritas nasional. “Kematian korban ketiga diakibatkan oleh bom rakitan,” lanjut pernyataan itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sepanjang Mei lalu, dilaporkan 26 anggota ISAF tewas. Jumlah ini menurun dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya, di mana jumlah korban tewas dalam tubuh ISAF mencapai 45 orang.
Menurunnya jumlah korban tewas, disebabkan karena tentara Afghanistan semakin mengambil alih pertempuran melawan gerilyawan, menjelang penarikan pasukan tempur asing tahun depan.
Selama ini, masih kerap timbul kekhawatiran soal kemampuan pasukan keamanan Afghanistan dalam mengemban tanggung jawab menjaga keamanan di negara itu pasca hengkangnya pasukan asing pada 2014 mendatang.
(esn)