Israel rubuhkan tiga rumah pengungsi di Hebron
Rabu, 24 April 2013 - 20:29 WIB
Israel rubuhkan tiga rumah pengungsi di Hebron
A
A
A
Sindonews.com - Pejabat lokal mengabarkan, pasukan militer Israel telah menghancurkan tiga rumah yang berada di kamp pengungsi al-Arrub, Rabu (24/4/2013).
"Sejumlah buldoser dikawal pasukan militer dalam jumlah yang cukup besar memasuki kamp pengungsi di wilayah al-Bassah. Mereka menghancurkan kediaman Omar Muheisen dan dua rumah lainnya yang sedangan dalam pembangunan," ungkap Ahmad Abu Kheiran kepada Maan News, kantor berita Palestina.
Kheiran mengatakan, sejumlah pengunsi yang bermukim dalam kamp tersebut takut pihak militer Israel menghancurkan lebih banyak rumah, selain tiga rumah tersebut.
Sepanjang 2013, dilaporkan sebanyak 213 orang, termasuk 129 anak-anak telah kehilangan tempat tinggal, setelah Israel menghancurkan sejumlah rumah di wilayah Tepi Barat. Laporan itu tidak mencakup wilayah Yerusalem Timur.
Menurut laporan yang diterbitkan B'T selem, sepanjang tahun 1999-2004, militer Israel telah menghancurkan 1.049 rumah dan bangunan yang berada di wilayah tepi barat.
Sementara itu, di wilayah utara Jalur Gaza, sejumlah buldoser D-9 memasuki wilayah Gaza sejauh 300 meter untuk membersihkan semak-semak dan menggali tanah. Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin.
Karena takut jadi sasaran tembak tentara Israel, sejumlah petani yang berada di ladang dekat wilayah perbatasan Gaza berlarian untuk menyelamatkan diri.
"Sejumlah buldoser dikawal pasukan militer dalam jumlah yang cukup besar memasuki kamp pengungsi di wilayah al-Bassah. Mereka menghancurkan kediaman Omar Muheisen dan dua rumah lainnya yang sedangan dalam pembangunan," ungkap Ahmad Abu Kheiran kepada Maan News, kantor berita Palestina.
Kheiran mengatakan, sejumlah pengunsi yang bermukim dalam kamp tersebut takut pihak militer Israel menghancurkan lebih banyak rumah, selain tiga rumah tersebut.
Sepanjang 2013, dilaporkan sebanyak 213 orang, termasuk 129 anak-anak telah kehilangan tempat tinggal, setelah Israel menghancurkan sejumlah rumah di wilayah Tepi Barat. Laporan itu tidak mencakup wilayah Yerusalem Timur.
Menurut laporan yang diterbitkan B'T selem, sepanjang tahun 1999-2004, militer Israel telah menghancurkan 1.049 rumah dan bangunan yang berada di wilayah tepi barat.
Sementara itu, di wilayah utara Jalur Gaza, sejumlah buldoser D-9 memasuki wilayah Gaza sejauh 300 meter untuk membersihkan semak-semak dan menggali tanah. Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin.
Karena takut jadi sasaran tembak tentara Israel, sejumlah petani yang berada di ladang dekat wilayah perbatasan Gaza berlarian untuk menyelamatkan diri.
(esn)