Inggris tak undang Presiden Argentina hadiri pemakaman Thatcher
Kamis, 11 April 2013 - 21:49 WIB
Inggris tak undang Presiden Argentina hadiri pemakaman Thatcher
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Inggris telah memutuskan tidak mengundang Presiden Argentina Cristina Fernandez untuk menghadiri pemakaman mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, yang rencananya akan dilangsungkan pada pekan depan.
Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (11/4/2013), keputusan ini kemungkinan akan memperdalam silang sengketa dan perselisihan diplomatik atas Kepulauan Falkland atau yang dikenal sebagai Kepulauan Malvinas di Argentina.
“Dalam protokol, sebuah hal normal untuk mengundang perwakilan setiap negara untuk hadir dalam pemakaman. Tapi, nampaknya keluarga Thatcher keberatan jika Fernandez diundang. Ini soal mengikuti keinginan keluarga Thatcher,” sebut sebuah sumber yang tak disebutkan namanya kepada Reuters.
Sumber itu menambahkan, bahwa saat ini sedang berlangsung diskusi untuk menentukan apakah perwakilan yang lebih junior dari Argentina bisa diundang, sebagai ganti absennya Fernandez.
The Daily Telegraph, tanpa mengutip sumbernya, melaporkan, bahwa dua anak Thatcher, Mark dan Carol mengatakan, mereka merasa sebuah hal yang "tidak pantas" bagi siapa pun dari Argentina untuk hadir dalam pemakaman ibu mereka.
Sementara Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, tak mau berpolemik soal hal ini. "Itu tidak masalah bagi saya, untuk diajak ke tempat di mana saya tidak ingin pergi," kata Timerman kepada sebuah stasiun radio lokal. "Ini adalah satu provokasi. Wanita itu meninggal, biarkan keluarganya berkabung dalam damai," lanjutnya.
Kantor Perdana Menteri Inggris mengaku telah menyebar ratusan undangan. "Sekitar 200 negara, wilayah, dan organisasi internasional telah diundang untuk mengirimkan seorang pejabat atau perwakilan ke upacara pemakaman," kata seorang Juru Bicara kantor PM Inggis. "Kami telah mengundang negara-negara dan lembaga-lembaga, di mana kami memiliki hubungan diplomatik normal," lanjutnya.
Thatcher yang wafat pada awal pekan ini dalam usia 87 tahun, adalah Perdana Menteri Inggris yang memerintahkan penyerangan ke Kepulauan Malvinas pada 1982 silam. Saat itu, Thatcher mengutus tentara Inggris untuk mengatasi invasi Argentina atas kepulauan tersebut.
Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (11/4/2013), keputusan ini kemungkinan akan memperdalam silang sengketa dan perselisihan diplomatik atas Kepulauan Falkland atau yang dikenal sebagai Kepulauan Malvinas di Argentina.
“Dalam protokol, sebuah hal normal untuk mengundang perwakilan setiap negara untuk hadir dalam pemakaman. Tapi, nampaknya keluarga Thatcher keberatan jika Fernandez diundang. Ini soal mengikuti keinginan keluarga Thatcher,” sebut sebuah sumber yang tak disebutkan namanya kepada Reuters.
Sumber itu menambahkan, bahwa saat ini sedang berlangsung diskusi untuk menentukan apakah perwakilan yang lebih junior dari Argentina bisa diundang, sebagai ganti absennya Fernandez.
The Daily Telegraph, tanpa mengutip sumbernya, melaporkan, bahwa dua anak Thatcher, Mark dan Carol mengatakan, mereka merasa sebuah hal yang "tidak pantas" bagi siapa pun dari Argentina untuk hadir dalam pemakaman ibu mereka.
Sementara Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, tak mau berpolemik soal hal ini. "Itu tidak masalah bagi saya, untuk diajak ke tempat di mana saya tidak ingin pergi," kata Timerman kepada sebuah stasiun radio lokal. "Ini adalah satu provokasi. Wanita itu meninggal, biarkan keluarganya berkabung dalam damai," lanjutnya.
Kantor Perdana Menteri Inggris mengaku telah menyebar ratusan undangan. "Sekitar 200 negara, wilayah, dan organisasi internasional telah diundang untuk mengirimkan seorang pejabat atau perwakilan ke upacara pemakaman," kata seorang Juru Bicara kantor PM Inggis. "Kami telah mengundang negara-negara dan lembaga-lembaga, di mana kami memiliki hubungan diplomatik normal," lanjutnya.
Thatcher yang wafat pada awal pekan ini dalam usia 87 tahun, adalah Perdana Menteri Inggris yang memerintahkan penyerangan ke Kepulauan Malvinas pada 1982 silam. Saat itu, Thatcher mengutus tentara Inggris untuk mengatasi invasi Argentina atas kepulauan tersebut.
(esn)