Jelang peluncuran rudal Korsel tingkatkan pengawasan atas Korut
Rabu, 10 April 2013 - 17:47 WIB
Jelang peluncuran rudal Korsel tingkatkan pengawasan atas Korut
A
A
A
Sindonews.com - Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) meningkatkan pengawasan mereka atau uji coba nuklir Korea Utara (Korut). Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea atas rencana peluncuran rudal tersebut.
Pejabat militer Korsel meyakini, Korsel telah menyelesaikan tahapan persipan peluncuran rudal jarak menengah di wilayah pantai timur Korut. Pasalnya, pekan lalu mereka telah memindahkan rudal Musudan ke pantai timur Korut dengan mengunakan kereta api dan telah mempersiapkan peluncuran roket.
"Jelang uji coba rudal tersebut, militer Korsel telah meningkatkan status pertahanan menjadi Watchcon, satu tingkat dari pengawasan dan pemantauan serta peningkatan jumlah staf intelijen dari situasi normal," ungkap pejabat militer Korsel, seperti dilansir Yonhap.
Selain meningkatkan status pengawasan, militer Korsel juga meluncurkan tim khusus yang bertugas memonitor dan menganalisis perkebangan dan persiapan peluncuran rudal Korut.
Berdasarkan hasil pemantauan bersama, Korsel dan AS, rudal yang akan diuji coba adalah rudal jarak menengah bernama Musudan atau juga yang dikenal sebagai X Taepodong. Rudal jarak menengah ini mampu menjangkauan sasaran pada titil 3000-3500 km. Artinya secara teknis, rudal tersebut dapat menyerang pangkalam militer AS di Guam.
Sejumlah pejabat Korsel memperkirakan, rudal tersebut akan ditembakan pada 15 April mendatang, bertepatan dengan ulang tahun pendiri Korut, Kim Il-sung, mendiang kakek pemimpin Korut.
Berdasarkan hasil pencitraan satelit terbaru, Korut tidak hanya meluncurkan rudal X Taepodong, mereka juga akan meluncurkan dua rudal lainnya, yakni rudal jarak pendek, Scud (jangkauan 300-500 meter) dan rudal jarak menengah, Nodong (jangkauan 1.300-1.500km).
Pejabat militer Korsel meyakini, Korsel telah menyelesaikan tahapan persipan peluncuran rudal jarak menengah di wilayah pantai timur Korut. Pasalnya, pekan lalu mereka telah memindahkan rudal Musudan ke pantai timur Korut dengan mengunakan kereta api dan telah mempersiapkan peluncuran roket.
"Jelang uji coba rudal tersebut, militer Korsel telah meningkatkan status pertahanan menjadi Watchcon, satu tingkat dari pengawasan dan pemantauan serta peningkatan jumlah staf intelijen dari situasi normal," ungkap pejabat militer Korsel, seperti dilansir Yonhap.
Selain meningkatkan status pengawasan, militer Korsel juga meluncurkan tim khusus yang bertugas memonitor dan menganalisis perkebangan dan persiapan peluncuran rudal Korut.
Berdasarkan hasil pemantauan bersama, Korsel dan AS, rudal yang akan diuji coba adalah rudal jarak menengah bernama Musudan atau juga yang dikenal sebagai X Taepodong. Rudal jarak menengah ini mampu menjangkauan sasaran pada titil 3000-3500 km. Artinya secara teknis, rudal tersebut dapat menyerang pangkalam militer AS di Guam.
Sejumlah pejabat Korsel memperkirakan, rudal tersebut akan ditembakan pada 15 April mendatang, bertepatan dengan ulang tahun pendiri Korut, Kim Il-sung, mendiang kakek pemimpin Korut.
Berdasarkan hasil pencitraan satelit terbaru, Korut tidak hanya meluncurkan rudal X Taepodong, mereka juga akan meluncurkan dua rudal lainnya, yakni rudal jarak pendek, Scud (jangkauan 300-500 meter) dan rudal jarak menengah, Nodong (jangkauan 1.300-1.500km).
(esn)