Pemerintah Sri Lanka bangun rumah bagi mayarakat miskin Kolombo
Senin, 08 April 2013 - 23:34 WIB
Pemerintah Sri Lanka bangun rumah bagi mayarakat miskin Kolombo
A
A
A
Sindonews.com – Sebagai bagian dari program pengembangan besar-besaran di Kota Kolombo, pada tahun ini Pemerintah Sri Lanka berencana untuk mulai membangun lebih banyak rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah. Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki 22 kota di seluruh negeri.
“Pemerintah telah selesai membangun 13.285 rumah. Namun, diperkirakan secara total dibutuhkan 75 ribu rumah untuk keluarga berpenghasilan rendah di Kolombo,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Sri Lanka, Lakshman Hulugalla kepada media, Senin (8/4/2013).
Dana untuk pembangunan puluhan ribu rumah itu berasal dari beberapa perusahaan, serta USD213 juta dari Bank Dunia, yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Namun, proyek besar ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian warga, terutama yang mengalami relokasi.
Tapi, Pemerintah Sri Lanka menepis tudingan ini, yang dianggap berasal dari kubu oposisi. Hulugalla menegaskan, bahwa langkah-langkah yang diambil telah memadai. "Ada tuduhan dari oposisi, bahwa kami mengevakuasi orang dari daerah kota Kolombo, ke daerah lain, seperti di luar Colombo. Hal itu tdak benar,” tegas Hulugalla.
“Semua orang akan tetap di Kolombo. Kami sudah mulai membangun 17 ribu rumah, dan sekarang bertambah 13.285 rumah. Kami telah sampai ke tahap akhir dan ada beberapa perusahaan lain yang telah menjalin perjanjian dengan Otoritas Pembangunan Perkotaan untuk membangun lebih banyak rumah," lanjut Hulugalla.
“Pemerintah telah selesai membangun 13.285 rumah. Namun, diperkirakan secara total dibutuhkan 75 ribu rumah untuk keluarga berpenghasilan rendah di Kolombo,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Sri Lanka, Lakshman Hulugalla kepada media, Senin (8/4/2013).
Dana untuk pembangunan puluhan ribu rumah itu berasal dari beberapa perusahaan, serta USD213 juta dari Bank Dunia, yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Namun, proyek besar ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian warga, terutama yang mengalami relokasi.
Tapi, Pemerintah Sri Lanka menepis tudingan ini, yang dianggap berasal dari kubu oposisi. Hulugalla menegaskan, bahwa langkah-langkah yang diambil telah memadai. "Ada tuduhan dari oposisi, bahwa kami mengevakuasi orang dari daerah kota Kolombo, ke daerah lain, seperti di luar Colombo. Hal itu tdak benar,” tegas Hulugalla.
“Semua orang akan tetap di Kolombo. Kami sudah mulai membangun 17 ribu rumah, dan sekarang bertambah 13.285 rumah. Kami telah sampai ke tahap akhir dan ada beberapa perusahaan lain yang telah menjalin perjanjian dengan Otoritas Pembangunan Perkotaan untuk membangun lebih banyak rumah," lanjut Hulugalla.
(esn)