Bom meledak di Afghanistan Timur, 1 polisi tewas
Jum'at, 05 April 2013 - 19:34 WIB
Bom meledak di Afghanistan Timur, 1 polisi tewas
A
A
A
Sindonews.com – Seorang polisi Afghanistan tewas dan tiga warga sipil lainnya menderita luka-luka, ketika sebuah bom meledak di Provinsi Laghan, sebelah timur negara itu, Jumat (5/4/2013). Demikian dinyatakan oleh pernyataan Pemerintah Provinsi Laghan, seperti dikutip dari Xinhua.
"Militan memasang bom pada seekor keledai dan meledakkannya melalui pengendali jarak jauh. Ledakan terjadi di dekat pos pemeriksaan Afghan Local Police (ALP)di Distrik Teenkor, dkat Alingar sekitar pukul 7 pagi,” sebut pernyataan itu.
Anggota ALP yang tewas dalam ledakan itu adalah Taslim Khan. “Ledakan itu juga melukai tiga orang lainnya yang tengah melintas di tempat kejadian,” lanjut pernyataan itu. Pemerintah Provinsi Laghan menuduh Taliban berada di balik serangan mematikan ini.
Gubernur Provinsi Laghan, Fazlullah Mujadidi mengutuk aksi pemboman ini. “Taliban telah melakukan kekejaman terhadap hewan dan manusia,” kata Mujadidi. Kelompok gerilyawan yang telah melakukan pemberontakan selama lebih dari satu dekade itu, baru-baru ini memang telah meningkatkan serangan di seluruh negeri.
Peningkatan serangan ini seiring dengan datangnya musim panas, musim di mana Taliban kerap meningkatkan serangan selama ini. Pada Rabu 3 April, Taliban melancarkan serangan bom bunuh diri ke sebuah gedung pengadilan di Provinsi Farah, sebelah barat Afghanistan. Akibat serangan ini, 46 warga sipil tewas.
"Militan memasang bom pada seekor keledai dan meledakkannya melalui pengendali jarak jauh. Ledakan terjadi di dekat pos pemeriksaan Afghan Local Police (ALP)di Distrik Teenkor, dkat Alingar sekitar pukul 7 pagi,” sebut pernyataan itu.
Anggota ALP yang tewas dalam ledakan itu adalah Taslim Khan. “Ledakan itu juga melukai tiga orang lainnya yang tengah melintas di tempat kejadian,” lanjut pernyataan itu. Pemerintah Provinsi Laghan menuduh Taliban berada di balik serangan mematikan ini.
Gubernur Provinsi Laghan, Fazlullah Mujadidi mengutuk aksi pemboman ini. “Taliban telah melakukan kekejaman terhadap hewan dan manusia,” kata Mujadidi. Kelompok gerilyawan yang telah melakukan pemberontakan selama lebih dari satu dekade itu, baru-baru ini memang telah meningkatkan serangan di seluruh negeri.
Peningkatan serangan ini seiring dengan datangnya musim panas, musim di mana Taliban kerap meningkatkan serangan selama ini. Pada Rabu 3 April, Taliban melancarkan serangan bom bunuh diri ke sebuah gedung pengadilan di Provinsi Farah, sebelah barat Afghanistan. Akibat serangan ini, 46 warga sipil tewas.
(esn)