Serangan NATO di Afghanistan tewaskan 2 bocah
Minggu, 31 Maret 2013 - 21:58 WIB
Serangan NATO di Afghanistan tewaskan 2 bocah
A
A
A
Sindonews.com – Dua anak tewas dan tujuh warga sipil Afghanistan terluka dalam serangan udara yang dilakukan NATO pada Sabtu (30/3/2013), di Provinsi Ghazni timur. Serangan itu juga menewaskan 12 anggota gerilyawan Taliban.
"Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) dan Pasukan Koalisi melakukan serangan yang sukses pada kelompok ekstrimis bersenjata Taliban di Desa Espand-de, sebelah timur kota Ghazni," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pasukan koalisi.
Pernyataan ini tak mengungkapkan adanya korban tewas di kalangan warga sipil. Namun nyatanya, serangan tersebut merenggut nyawa orang tak berdosa.
"Helikopter-helikopter NATO yang dipimpin pasukan koalisi melancarkan serangan terhadap posisi Taliban di sepanjang jalan De Espand, wilayah di luar ibu kota Provinsi Ghazni," kata Deputi Gubernur Provinsi Ghazni, Mohammad Ali Ahmadi kepada Xinhua.
“Namun, pemboman itu juga merenggut nyawa dua anak dan melukai tujuh lainnya. Serangan NATO juga merusak dua kendaraan yang diparkir dekat lokasi itu,” lanjut Ahmadi. Kematian warga sipil Afghanistan dalam operasi NATO yang dipimpin pasukan koalisi, telah lama menjadi isu perdebatan antara pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat (AS).
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai pada 19 Februari silam telah mengeluarkan perintah yang melarang pasukan keamanan lokal untuk meminta bantuan jet tempur NATO untuk melakukan serangan udara. Larangan ini dikeluarkan Karzai, setelah tewasnya 10 warga sipil Afghanistan, termasuk 5 anak-anak dalam serangan NATO di bagian timur Provinsi Kunar, awal bulan lalu.
"Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) dan Pasukan Koalisi melakukan serangan yang sukses pada kelompok ekstrimis bersenjata Taliban di Desa Espand-de, sebelah timur kota Ghazni," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pasukan koalisi.
Pernyataan ini tak mengungkapkan adanya korban tewas di kalangan warga sipil. Namun nyatanya, serangan tersebut merenggut nyawa orang tak berdosa.
"Helikopter-helikopter NATO yang dipimpin pasukan koalisi melancarkan serangan terhadap posisi Taliban di sepanjang jalan De Espand, wilayah di luar ibu kota Provinsi Ghazni," kata Deputi Gubernur Provinsi Ghazni, Mohammad Ali Ahmadi kepada Xinhua.
“Namun, pemboman itu juga merenggut nyawa dua anak dan melukai tujuh lainnya. Serangan NATO juga merusak dua kendaraan yang diparkir dekat lokasi itu,” lanjut Ahmadi. Kematian warga sipil Afghanistan dalam operasi NATO yang dipimpin pasukan koalisi, telah lama menjadi isu perdebatan antara pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat (AS).
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai pada 19 Februari silam telah mengeluarkan perintah yang melarang pasukan keamanan lokal untuk meminta bantuan jet tempur NATO untuk melakukan serangan udara. Larangan ini dikeluarkan Karzai, setelah tewasnya 10 warga sipil Afghanistan, termasuk 5 anak-anak dalam serangan NATO di bagian timur Provinsi Kunar, awal bulan lalu.
(esn)