Israel tuduh Suriah lakukan provokasi
Sabtu, 25 Mei 2013 - 21:34 WIB
Israel tuduh Suriah lakukan provokasi
A
A
A
Sindonews.com – Israel menuduh pasukan Suriah mencoba untuk memprovokasi konflik di antara kedua belah pihak, dengan melakukan serangan di Dataran Tinggi Golan.
Ketegangan di kawasan zona gencatan senjata antara dua negara itu telah meningkat, sejak pasukan Suriah melepaskan tembakan yang mengenai sebuah kendaraan militer Israel pada Selasa lalu.
"Peristiwa minggu ini adalah bagian dari pola untuk memicu provokasi dengan Israel," kata Duta Besar Israel di PBB, Ron Prosor dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan PBB, Sabtu (25/5/2013).
"Tanggung jawab terletak sepenuhnya pada Pemerintah Suriah, yang memerintahkan pasukannya untuk menembak jip. Meskipun banyak keluhan, mereka telah bertahan dalam tindakan agresi," tambah Prosor.
"Kami berharap masyarakat internasional untuk menekan Pemerintah Suriah yang bertanggung jawab merusak perjanjian internasional dan stabilitas regional," kata Prosor.
Israel mengatakan, insiden ini dan insidenn lainnya merupakan pelanggaran dari kesepakatan 1974, yang mengatur zona gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan.
Sementara dalam surat dari Pemerintah Suriah pada DK PBB, Suriah menyatakan, bahwa kendaraan Israel menjadi sasaran karena sudah melewati garis gencatan senjata dan menuju sebuah desa, di mana pemberontak telah membuat basis.
“Kendaraan militer Israel telah menuju desa Bir Ajam. Desa itu adalah basis pemberontak Suriah,” kata utusan khusus Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari. Menurutnya, Israel sedang mencampuri urusan dalam negeri Suriah melalui penyediaan dukungan logistik bagi kelompok-kelompok teroris bersenjata di Suriah.
Ketegangan di kawasan zona gencatan senjata antara dua negara itu telah meningkat, sejak pasukan Suriah melepaskan tembakan yang mengenai sebuah kendaraan militer Israel pada Selasa lalu.
"Peristiwa minggu ini adalah bagian dari pola untuk memicu provokasi dengan Israel," kata Duta Besar Israel di PBB, Ron Prosor dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan PBB, Sabtu (25/5/2013).
"Tanggung jawab terletak sepenuhnya pada Pemerintah Suriah, yang memerintahkan pasukannya untuk menembak jip. Meskipun banyak keluhan, mereka telah bertahan dalam tindakan agresi," tambah Prosor.
"Kami berharap masyarakat internasional untuk menekan Pemerintah Suriah yang bertanggung jawab merusak perjanjian internasional dan stabilitas regional," kata Prosor.
Israel mengatakan, insiden ini dan insidenn lainnya merupakan pelanggaran dari kesepakatan 1974, yang mengatur zona gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan.
Sementara dalam surat dari Pemerintah Suriah pada DK PBB, Suriah menyatakan, bahwa kendaraan Israel menjadi sasaran karena sudah melewati garis gencatan senjata dan menuju sebuah desa, di mana pemberontak telah membuat basis.
“Kendaraan militer Israel telah menuju desa Bir Ajam. Desa itu adalah basis pemberontak Suriah,” kata utusan khusus Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari. Menurutnya, Israel sedang mencampuri urusan dalam negeri Suriah melalui penyediaan dukungan logistik bagi kelompok-kelompok teroris bersenjata di Suriah.
(esn)