Australia desak Israel berikan rincian tentang Tahanan X
Selasa, 26 Maret 2013 - 23:02 WIB
Australia desak Israel berikan rincian tentang Tahanan X
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Australia mengatakan pada Selasa (26/3/2013), bahwa mereka terus mendesak Israel untuk memberi penjelasan lebih lengkap soal penahanan, penangkapan, dan bunuh diri agen Mossad asal Australia, Ben Zygier, atau yang juga dikenal sebagai ‘Tahanan X‘.
Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan, Pemerintah Australia telah melanjutkan dialog dengan Israel tentang kasus ini. "Saya tidak menyadari, bahwa telah terjadi akuntansi komprehensif untuk apa yang telah terjadi. Apa yang memunculkan penangkapannya, penahanan, dan bunuh diri?" ujar Carr kepada radio ABC, Selasa (26/3/2013).
Zygier ditemukan tergantung di dalam sel sebuah penjara di Tel Aviv pada 2010. Bukti-bukti menunjukan ia melakukan bunuh diri. Zygier diduga menggunakan paspor Australia selama menjadi mata-mata untuk Israel dan melakukan perekrutan agen bagi Mossad.
Carr mengatakan, ia juga menunggu jawaban tentang masalah ini. "Itu akan menciptakan risiko bagi semua warga Australia yang bepergian," katanya. "Jadi, Australia punya kepentingan yang jelas dan sudut pandang yang berbeda. Kami keberatan, paspor Australia digunakan oleh orang yang memiliki kewarganegaraan ganda dan bekerja untuk badan intelijen asing,” lanjut Carr.
"Kami telah meminta mereka (Israel) untuk memberikan semua informasi yang relevan ke Australia dan kami akan terus melakukan itu," tambahnya. Selama ini, Israel memang berupaya menutupi keberadaan Zygier. Kasus ini sendiri baru terungkap beberapa tahun setelah kematian Zygier.
Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan, Pemerintah Australia telah melanjutkan dialog dengan Israel tentang kasus ini. "Saya tidak menyadari, bahwa telah terjadi akuntansi komprehensif untuk apa yang telah terjadi. Apa yang memunculkan penangkapannya, penahanan, dan bunuh diri?" ujar Carr kepada radio ABC, Selasa (26/3/2013).
Zygier ditemukan tergantung di dalam sel sebuah penjara di Tel Aviv pada 2010. Bukti-bukti menunjukan ia melakukan bunuh diri. Zygier diduga menggunakan paspor Australia selama menjadi mata-mata untuk Israel dan melakukan perekrutan agen bagi Mossad.
Carr mengatakan, ia juga menunggu jawaban tentang masalah ini. "Itu akan menciptakan risiko bagi semua warga Australia yang bepergian," katanya. "Jadi, Australia punya kepentingan yang jelas dan sudut pandang yang berbeda. Kami keberatan, paspor Australia digunakan oleh orang yang memiliki kewarganegaraan ganda dan bekerja untuk badan intelijen asing,” lanjut Carr.
"Kami telah meminta mereka (Israel) untuk memberikan semua informasi yang relevan ke Australia dan kami akan terus melakukan itu," tambahnya. Selama ini, Israel memang berupaya menutupi keberadaan Zygier. Kasus ini sendiri baru terungkap beberapa tahun setelah kematian Zygier.
(esn)