Obama umumkan permintaan maaf Israel pada Turki

Sabtu, 23 Maret 2013 - 14:22 WIB
Obama umumkan permintaan...
Obama umumkan permintaan maaf Israel pada Turki
A A A
Sindonews.com – Israel meminta maaf kepada Turki atas tewasnya tujuh warga Turki di atas sebuah kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, 2010 silam. Demikian dilaporkan oleh Reuters, Jumat (22/3/2013).
Permintaan maaf Israel ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di akhir kunjungannya ke Timur Tengah. Obama mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan PM Turki Tayyip Erdogan telah berbicara melalui telepon.

“AS sangat menghargai kemitraan kami yang erat, baik dengan Turki dan Israel. Dan, kami sangat mementingkan pemulihan hubungan positif antara mereka dalam rangka untuk memajukan perdamaian dan keamanan regional," kata Obama.

Menurut para pejabat AS, panggilan telepon itu dilakukan selama 30 menit di bandara Tel Aviv, Israel, sesaat sebelum Obama terbang meninggalkan negara yahudi itu. Obama dan Netanyahu nampak berbicara bersama, sebelum Obama menaiki pesawat Kepresidenan, Air Force One.

Tujuh warga Turki itu tewas di atas kapal Mavi Marmara. Marinir Israel diturunkan ke kapal itu dari helikopter dan langsung terlibat pertikaian fisik dengan para aktivis kemanusiaan yang berada di kapal itu. Militer Israel menyerbu kapal itu, karena Mavi Marmara menerobos blokade laut Israel atas Jalur Gaza.

"Dalam penyelidikan Israel atas insiden itu menunjukan sejumlah kesalahan operasional, Perdana Menteri menyatakan permintaan maaf Israel kepada orang-orang Turki untuk setiap kesalahan yang mungkin telah menyebabkan hilangnya nyawa atau luka," kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan dalam bahasa Inggris.

Pernyataan itu menambahkan, bahwa Israel telah setuju untuk menyimpulkan kesepakatan mengenai kompensasi. Pernyataan itu juga menyebut, Netanyahu dan Erdogan sepakat untuk menormalkan hubungan antara kedua negara, termasuk menempatkan kembali Duta Besar mereka di pos masing-masing.
(esn)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
36 menit yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
3 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
4 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
5 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved