Presiden China bersedia bantu rekonsiliasi Korea
Rabu, 20 Maret 2013 - 19:23 WIB
Presiden China bersedia bantu rekonsiliasi Korea
A
A
A
Sindonews.com – Presiden China Xi Jinping mengatakan pada Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye, bahwa China bersedia membantu rekonsiliasi antara Seoul dan Pyongyang. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan, Rabu (20/3/2013), seperti dikutip dari Channel News Asia.
"China bersedia untuk memberikan bantuan yang diperlukan untuk memajukan rekonsiliasi dan kerjasama Selatan-Utara," kata Jinping pada Geun-Hye dalam sebuah percakapan telepon, seperti tertuang dalam situs Kemenlu China.
"Selatan dan Utara adalah rekan dan hubungan Selatan-Utara penting bagi situasi di semenanjung itu," ujar Jinping yang baru dinobatkan sebagai Presiden China. Selama ini, China adalah sekutu utama dan mitra dagang terbesar Korut.
Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat setelah uji coba nuklir ketiga yang dilakukan Korut pada pertengahan Februari silam. Kondisi kian panas setelah digelarnya latihan perang bersama Korsel dan Amerika Serikat di wilayah Korsel.
China sendiri telah menegaskan sikapnya yang menentang uji coba nuklir yang dilakukan Korut. Namun, China juga menolak sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB pada sekutu utama mereka itu. China berkomitmen untuk menempuh cara-cara damai guna mencapai kondisi kondusif di Semenanjung Korea.
"China bersedia untuk memberikan bantuan yang diperlukan untuk memajukan rekonsiliasi dan kerjasama Selatan-Utara," kata Jinping pada Geun-Hye dalam sebuah percakapan telepon, seperti tertuang dalam situs Kemenlu China.
"Selatan dan Utara adalah rekan dan hubungan Selatan-Utara penting bagi situasi di semenanjung itu," ujar Jinping yang baru dinobatkan sebagai Presiden China. Selama ini, China adalah sekutu utama dan mitra dagang terbesar Korut.
Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat setelah uji coba nuklir ketiga yang dilakukan Korut pada pertengahan Februari silam. Kondisi kian panas setelah digelarnya latihan perang bersama Korsel dan Amerika Serikat di wilayah Korsel.
China sendiri telah menegaskan sikapnya yang menentang uji coba nuklir yang dilakukan Korut. Namun, China juga menolak sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB pada sekutu utama mereka itu. China berkomitmen untuk menempuh cara-cara damai guna mencapai kondisi kondusif di Semenanjung Korea.
(esn)