Pemberontak Suriah mengaku tak lagi perlakukan tawanan dengan buruk

Jum'at, 15 Maret 2013 - 20:13 WIB
Pemberontak Suriah mengaku...
Pemberontak Suriah mengaku tak lagi perlakukan tawanan dengan buruk
A A A
Sindonews.com – Tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam perang saudara di Suriah mempengaruhi kaum pemberontak. Mereka mengaku tak lagi memperlakukan tahanan perang dengan kejam.

Sebelumnya, sejumlah lembaga perlindungan HAM menyatakan, kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah telah melakukan pelanggaran HAM berat. Komisi HAM PBB bahkan sudah mendata siapa saja pejabat militer di kedua belah pihak yang harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM ini.

Salah seorang komandan pemberontak Suriah, Abu Salam Tabsah mengakui, bahwa di masa lalu ada kemungkinan beberapa tentara Pemerintah Suriah yang tertangkap, akan langsung dieksekusi. Namun sekarang, Tabsah menegaskan, bahwa semua pejuang pemberontak mendapat perintah tegas untuk memperlakukan tawanan dengan baik.

"Di masa lalu kita lakukan hal-hal buruk, seperti mengeksekusi tentara yang ditangkap," kata Tabsah yang berbasis di timur laut Deir Ezzor. “Tapi hal telah berubah dan kita tidak melakukan itu lagi. Siapa pun yang melakukan hal itu, akan dimasukkan ke pengadilan militer," lanjut Tabsah, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Pada awal bulan ini, pasukan Tabsah berhasil menawan puluhan loyalis Presiden Bashar al-Assad. Tabsah mengatakan, ketika seorang tentara ditangkap, para pemberontak mencoba untuk memverifikasi apakah ia telah "melakukan sesuatu" yang layak dijatuhi hukuman. Jika tidak, ia diberi tiga pilihan: "Pulanglah, meninggalkan Suriah, atau bergabung bersama kami”.

Pernyataan Tabsah ini didukung oleh Kopral Ala Ibrahim, salah satu tentara Pemerintah Suriah yang ditangkap oleh pemberontak dalam pertempuran di Deir Ezzor. Semula, ia mengaku siap bertempur sampai mati, karena ia yakin hal terburuk akan terjdi padanya jika kaum pemberontak menangkap dirinya.

"Saya pikir mereka akan membunuh saya. Tapi, ternyata tidak ada yang memukul atau menyiksa saya. Saya sangat terkejut, karena saya menyadari kemudian, bahwa segala sesuatu yang mereka telah katakana pada kami tentang Tentara Pembebasan Suriah (FSA) adalah bohong. Mereka bukan teroris. Mereka adalah warga Suriah yang berjuang melawan (Presiden Bashar) al-Assad," tutur Ibrahim.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
49 menit yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
3 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
5 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved