Obama: Iran perlu 1 tahun untuk kembangkan senjata nuklir
Jum'at, 15 Maret 2013 - 13:53 WIB
Obama: Iran perlu 1 tahun untuk kembangkan senjata nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Enam hari sebelum melakukan kunjungan ke Israel, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melontarkan pernyataan tentang proram nuklir Iran. Isu ini menjadi salah satu isu yang kemungkinan akan dibahas saat Obama bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam sebuah wawancara dengan siaran televisi Israel, Kamis (14/3/2013), Obama tampaknya mengirim pesan kepada Netanyahu tentang perlunya kesabaran dalam strategi menghadapi Iran. Namun, Obama juga menyiratkan, bahwa kekuatan militer tetap menjadi pilihan AS, jika sanksi dan diplomasi gagal untuk menghentikan ambisi nuklir Iran.
"Kami berpikir, bahwa butuh waktu lebih dari satu tahun atau bahkan lebih lama lagi bagi Iran untuk benar-benar mengembangkan senjata nuklir. Tapi jelas, kita tidak ingin memotongnya terlalu dekat," kata Obama, seperti dikutip dari Reuters.
Israel memang menjadi pihak yang paling gusar dengan program pengembangan nuklir Iran. Negara yahudi itu bahkan telah melontarkan ancaman bakal menyerang situs nuklir Iran. Ancaman Israel ini memicu ancaman balik dari Hizbullah Libanon. Hizbullah mengaku akan menyerang Israel, jika kaum zionis menyerang Iran.
Ketika ditanya apakah ia akan memerintahkan serangan terhadap Iran, bila diplomasi gagal, Obama mengatakan, bahwa semua opsi ada di atas meja.
"AS jelas memiliki kemampuan yang signifikan. Tetapi, tujuan kita di sini adalah untuk memastikan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir yang bisa mengancam Israel atau bisa memicu perlombaan senjata di wilayah itu,” ujar Obama.
Dalam sebuah wawancara dengan siaran televisi Israel, Kamis (14/3/2013), Obama tampaknya mengirim pesan kepada Netanyahu tentang perlunya kesabaran dalam strategi menghadapi Iran. Namun, Obama juga menyiratkan, bahwa kekuatan militer tetap menjadi pilihan AS, jika sanksi dan diplomasi gagal untuk menghentikan ambisi nuklir Iran.
"Kami berpikir, bahwa butuh waktu lebih dari satu tahun atau bahkan lebih lama lagi bagi Iran untuk benar-benar mengembangkan senjata nuklir. Tapi jelas, kita tidak ingin memotongnya terlalu dekat," kata Obama, seperti dikutip dari Reuters.
Israel memang menjadi pihak yang paling gusar dengan program pengembangan nuklir Iran. Negara yahudi itu bahkan telah melontarkan ancaman bakal menyerang situs nuklir Iran. Ancaman Israel ini memicu ancaman balik dari Hizbullah Libanon. Hizbullah mengaku akan menyerang Israel, jika kaum zionis menyerang Iran.
Ketika ditanya apakah ia akan memerintahkan serangan terhadap Iran, bila diplomasi gagal, Obama mengatakan, bahwa semua opsi ada di atas meja.
"AS jelas memiliki kemampuan yang signifikan. Tetapi, tujuan kita di sini adalah untuk memastikan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir yang bisa mengancam Israel atau bisa memicu perlombaan senjata di wilayah itu,” ujar Obama.
(esn)