Akhir Maret, Pemerintah Thailand & pemberontak gelar perundingan damai
Kamis, 14 Maret 2013 - 20:23 WIB
Akhir Maret, Pemerintah Thailand & pemberontak gelar perundingan damai
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Thailand dan salah satu dari beberapa kelompok pemberontak muslim yang beroperasi di selatan negara itu akan membuka perundingan damai di Malaysia pada 28 Maret mendatang. Dialog ini digelar untuk mengakhiri pemberontakan berdarah.
Dua pekan lalu, Pemerintah Thailand dan kelompok pemberontak yang menamakan diri Barisan Revolusi Nasional (BRN) menandatangani perjanjian di Kuala Lumpur, Malaysia. Kedua pihak sepakat untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama sembilan tahun dan telah merenggut lebih dari 5.500 jiwa.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Thailand, Paradorn Pattanatabut mengatakan, pertemuan awal diadakan pada 5 Maret silam, namun dialog lebih substantif akan dimulai pada 28 Maret. "Kami akan terbang ke Malaysia untuk pembicaraan pertama dengan perwakilan BRN dan kemungkinan akan dilakukan pada 28 Maret," kata Paradorn, seperti dikutip dari GlobalPost.
"Kami bertujuan untuk fokus pada apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi kekerasan di wilayah selatan," lanjutnya. Paradorn tidak menentukan siapa wakil-wakil yang akan hadir dalam pertemuan itu atau rincian pembicaraan yang akan dilakukan.
Selama ini, BRN adalah salah satu kelompok yang kerap disalahkan oleh Pemerintah Thailand atas terjadinya tindakan kekerasan di wilayah Selatan. Para analis mengatakan, upaya perdamaian menjadi rumit karena kaum pemberontak Thailand terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok.
Dua pekan lalu, Pemerintah Thailand dan kelompok pemberontak yang menamakan diri Barisan Revolusi Nasional (BRN) menandatangani perjanjian di Kuala Lumpur, Malaysia. Kedua pihak sepakat untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama sembilan tahun dan telah merenggut lebih dari 5.500 jiwa.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Thailand, Paradorn Pattanatabut mengatakan, pertemuan awal diadakan pada 5 Maret silam, namun dialog lebih substantif akan dimulai pada 28 Maret. "Kami akan terbang ke Malaysia untuk pembicaraan pertama dengan perwakilan BRN dan kemungkinan akan dilakukan pada 28 Maret," kata Paradorn, seperti dikutip dari GlobalPost.
"Kami bertujuan untuk fokus pada apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi kekerasan di wilayah selatan," lanjutnya. Paradorn tidak menentukan siapa wakil-wakil yang akan hadir dalam pertemuan itu atau rincian pembicaraan yang akan dilakukan.
Selama ini, BRN adalah salah satu kelompok yang kerap disalahkan oleh Pemerintah Thailand atas terjadinya tindakan kekerasan di wilayah Selatan. Para analis mengatakan, upaya perdamaian menjadi rumit karena kaum pemberontak Thailand terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok.
(esn)