AS desak Iran untuk bantu pencarian mantan agen FBI
Minggu, 10 Maret 2013 - 11:34 WIB
AS desak Iran untuk bantu pencarian mantan agen FBI
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (9/3/2013), mendesak Iran untuk membantu mencari Robert Levinson, mantan agen Biro Investigasi Federal (FBI) yang hilang enam tahun lalu di negara Islam tersebut.
Dalam sebuah peringatan enam tahun hilangnya Levinson, Gedung Putih menyatakan, bahwa AS terus berupaya menemukan Levinson. “Tetap menjadi prioritas tertinggi bagi Amerika Serikat. Dan, kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk membawanya pulang dengan selamat ke teman-temannya dan keluarganya," sebut pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip dari Xinhua.
"Pemerintah Iran sebelumnya menawarkan bantuan untuk mencari Levinson dan kami berharap untuk menerima bantuan ini. Bahkan, ketika kita tidak setuju pada isu-isu penting lainnya," lanjut pernyataan itu.
Dalam rangka untuk menemukan Levinson yang hilang selama perjalanan bisnis ke pulau Kish, Iran, pada 9 Maret 2007, FBI menawarkan hadiah USD1 juta untuk informasi yang mengarah pada penemuan Levinson.
"Tahun ini, kita kembali menegaskan kembali komitmen kami untuk membawa pulang Levinson pada mereka yang mencintainya," tambah pernyataan Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga mengeluarkan pernyataan atas kasus hilangnya Levinson. "Amerika Serikat terus menyambut bantuan dari mitra internasional kami dalam penyelidikan ini dan mendesak pemerintah Republik Islam Iran untuk menegakkan tawarannya demi membantu menemukan Levinson," kata Kerry.
Dalam sebuah peringatan enam tahun hilangnya Levinson, Gedung Putih menyatakan, bahwa AS terus berupaya menemukan Levinson. “Tetap menjadi prioritas tertinggi bagi Amerika Serikat. Dan, kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk membawanya pulang dengan selamat ke teman-temannya dan keluarganya," sebut pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip dari Xinhua.
"Pemerintah Iran sebelumnya menawarkan bantuan untuk mencari Levinson dan kami berharap untuk menerima bantuan ini. Bahkan, ketika kita tidak setuju pada isu-isu penting lainnya," lanjut pernyataan itu.
Dalam rangka untuk menemukan Levinson yang hilang selama perjalanan bisnis ke pulau Kish, Iran, pada 9 Maret 2007, FBI menawarkan hadiah USD1 juta untuk informasi yang mengarah pada penemuan Levinson.
"Tahun ini, kita kembali menegaskan kembali komitmen kami untuk membawa pulang Levinson pada mereka yang mencintainya," tambah pernyataan Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga mengeluarkan pernyataan atas kasus hilangnya Levinson. "Amerika Serikat terus menyambut bantuan dari mitra internasional kami dalam penyelidikan ini dan mendesak pemerintah Republik Islam Iran untuk menegakkan tawarannya demi membantu menemukan Levinson," kata Kerry.
(esn)