Pemberontak Suriah minta PBB negosiasi dengan rezim Assad
Jum'at, 08 Maret 2013 - 20:02 WIB
Pemberontak Suriah minta PBB negosiasi dengan rezim Assad
A
A
A
Sindonews.com – Pemberontak Suriah menegaskan, bahwa mereka akan tetap menahan 21 tentara Filipina yang tergabung dalam pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan (UNDOF). Hingga kini, belum ada pembicaraan dengan pihak mana pun terkait upaya pembebasan ke 21 pasukan Penjaga Perdamaian itu.
"Tidak ada negosiasi antara pihak mana pun," kata Abu Essam Taseel, dari kantor media Brigade Martir Yarmouk, Jumat (8/3/2013), seperti dikutip dari Reuters. Brigade Martir Yarmouk adalah unit tempur pemberontak Suriah yang menangkap 21 pasukan Penjaga Perdamaian PBB itu pada Rabu 6 Februari.
Selama ini, UNDOF bertugas memantau garis gencatan senjata antara Suriah dan Israel di Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1974. Konvoi UNDOF disergap sekitar 1,6 km dari wilayah Golan yang dikuasai Israel. Dalam beberapa video yang dirilis, anggota UNDOF yang ditawan mengaku diperlakukan dengan baik.
“Orang-orang itu adalah "tamu", tidak sandera, dan ditahan demi keselamatan mereka sendiri. Namun, mereka hanya akan dilepaskan setelah pasukan Presiden Bashar al-Assad mundur dari seluruh wilayah Jamla dan menghentikan pemboman di sana,” jelas Taseel.
Taseel meminta PBB melakukan negosiasi dengan rezim Presiden Assad untuk menghentikan aksi pemboman dan menghentikan blokade atas wilayah itu. “Jika ini dilakukan, wilayah tersebut akan menjadi aman,” ujar Taseel. Hingga kini belum ada komentar dari Pemerintah Suriah atas permintaan kaum pemberontak ini.
"Tidak ada negosiasi antara pihak mana pun," kata Abu Essam Taseel, dari kantor media Brigade Martir Yarmouk, Jumat (8/3/2013), seperti dikutip dari Reuters. Brigade Martir Yarmouk adalah unit tempur pemberontak Suriah yang menangkap 21 pasukan Penjaga Perdamaian PBB itu pada Rabu 6 Februari.
Selama ini, UNDOF bertugas memantau garis gencatan senjata antara Suriah dan Israel di Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1974. Konvoi UNDOF disergap sekitar 1,6 km dari wilayah Golan yang dikuasai Israel. Dalam beberapa video yang dirilis, anggota UNDOF yang ditawan mengaku diperlakukan dengan baik.
“Orang-orang itu adalah "tamu", tidak sandera, dan ditahan demi keselamatan mereka sendiri. Namun, mereka hanya akan dilepaskan setelah pasukan Presiden Bashar al-Assad mundur dari seluruh wilayah Jamla dan menghentikan pemboman di sana,” jelas Taseel.
Taseel meminta PBB melakukan negosiasi dengan rezim Presiden Assad untuk menghentikan aksi pemboman dan menghentikan blokade atas wilayah itu. “Jika ini dilakukan, wilayah tersebut akan menjadi aman,” ujar Taseel. Hingga kini belum ada komentar dari Pemerintah Suriah atas permintaan kaum pemberontak ini.
(esn)