Filipina: Pemberontak Suriah tetap pada tuntuan semula
Jum'at, 08 Maret 2013 - 18:14 WIB
Filipina: Pemberontak Suriah tetap pada tuntuan semula
A
A
A
Sindonews.com – Pemberontak Suriah dilaporkan tetap menuntut tentara Pemerintah Suriah untuk meninggalkan Dataran Tinggi Golan, jika ingin 21 prajurit Penjaga Perdamaian PBB dibebaskan. Pada Rabu 6 Februari, pemberontak Suriah menawan 21 tentara Filipina yang tergabung dalam pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang ditempatkan di Dataran Tinggi Golan.
“Penolakan pemberontak Suriah untuk melakukan negosiasi telah mengurangi harapan segera dibebaskannya pasukan Penjaga Perdamaian PBB dan memaksa pemerintah untuk meningkatkan upaya negosiasinya,” jelas Juru Bicara Urusan Luar Negeri Pemerintah Filipina, Raul Hernandez pada televisi ABS-CBN, Jumat (8/3/2013).
Menurutnya, para pemberontak ingin tentara Pemerintah Suriah untuk mundur 20 kilometer dari Desa Jamla yang merupakan zona gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan. “Mereka menuntut hal itu sebelum membebaskan tentara Filipina. Ini adalah tuntutan utama kaum pemberontak,” jelas Hernandez.
Sebelumnya, Pemerintah Filipina telah menerima informasi yang menyatakan 21 tentara Filipina itu akan dibebaskan pada Jumat pagi. “Namun kini, Pemerintah Filipina tidak tahu apakah atau kapan mereka akan dibebaskan. Kami berusaha untuk mengintensifkan negosiasi kami dengan kelompok pemberontak," kata Hernandez.
Hernandez menyatakan, para tentara Filipina itu diperlakukan dengan baik. “Mereka diperlakukan sebagai tamu dan tidak terluka," ucap Hernandez.
“Penolakan pemberontak Suriah untuk melakukan negosiasi telah mengurangi harapan segera dibebaskannya pasukan Penjaga Perdamaian PBB dan memaksa pemerintah untuk meningkatkan upaya negosiasinya,” jelas Juru Bicara Urusan Luar Negeri Pemerintah Filipina, Raul Hernandez pada televisi ABS-CBN, Jumat (8/3/2013).
Menurutnya, para pemberontak ingin tentara Pemerintah Suriah untuk mundur 20 kilometer dari Desa Jamla yang merupakan zona gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan. “Mereka menuntut hal itu sebelum membebaskan tentara Filipina. Ini adalah tuntutan utama kaum pemberontak,” jelas Hernandez.
Sebelumnya, Pemerintah Filipina telah menerima informasi yang menyatakan 21 tentara Filipina itu akan dibebaskan pada Jumat pagi. “Namun kini, Pemerintah Filipina tidak tahu apakah atau kapan mereka akan dibebaskan. Kami berusaha untuk mengintensifkan negosiasi kami dengan kelompok pemberontak," kata Hernandez.
Hernandez menyatakan, para tentara Filipina itu diperlakukan dengan baik. “Mereka diperlakukan sebagai tamu dan tidak terluka," ucap Hernandez.
(esn)