Libanon minta Liga Arab batalkan penangguhan keanggotaan Suriah
Rabu, 06 Maret 2013 - 19:35 WIB
Libanon minta Liga Arab batalkan penangguhan keanggotaan Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Libanon, Adnan Mansour menuntut Liga Arab membatalkan keputusan bersama mereka yang menangguhkan keanggotaan Suriah dan menghimbau untuk menjalin kontak dengan pemerintah Suriah demi mencapai solusi perdamaian atas terhadap krisis Suriah, Rabu (6/3/2013).
"Negera anggota Liga Arab telah gagal untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Suriah dalam 15 pertemuan yang mereka selanggarakan. Mereka hanya berhasil menangguhkan kemitraan Suriah dalam keanggotaan Liga Arab," ungkap Mansour dalam sebuah sesi pertemuan tingkat Menlu Liga Arab.
Menurut sebuah sumber di Liga Arab, seruan Mansour tersebut bertujuan untuk menutup pintu bagi oposisi, sebelum mereka mendapatkan posisi di Liga Arab.
Seperti diketahui, Liga Arab pada November 2011 lalu sepakat untuk menangguhkan keanggotan Suriah sampai pemimpin mereka mencapai sejumlah target yang telah dirumuskan Liga Arab untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad Bin Jassim dalam pidato singkat mengatakan, Presiden Suriah Assad bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Suriah. "Sejauh ini negara anggota Liga Arab telah berupaya membantunya untuk keluar dari krisis," ujarnya.
"Negera anggota Liga Arab telah gagal untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Suriah dalam 15 pertemuan yang mereka selanggarakan. Mereka hanya berhasil menangguhkan kemitraan Suriah dalam keanggotaan Liga Arab," ungkap Mansour dalam sebuah sesi pertemuan tingkat Menlu Liga Arab.
Menurut sebuah sumber di Liga Arab, seruan Mansour tersebut bertujuan untuk menutup pintu bagi oposisi, sebelum mereka mendapatkan posisi di Liga Arab.
Seperti diketahui, Liga Arab pada November 2011 lalu sepakat untuk menangguhkan keanggotan Suriah sampai pemimpin mereka mencapai sejumlah target yang telah dirumuskan Liga Arab untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad Bin Jassim dalam pidato singkat mengatakan, Presiden Suriah Assad bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Suriah. "Sejauh ini negara anggota Liga Arab telah berupaya membantunya untuk keluar dari krisis," ujarnya.
(esn)