Rodman bawa pesan Jong-un untuk Obama
Senin, 04 Maret 2013 - 19:37 WIB
Rodman bawa pesan Jong-un untuk Obama
A
A
A
Sindonews.com - Dennis Rodman, mantan bintang NBA yang dikenal urakan, kembali ke Amerika Serikat (AS) dari lawatan ke Korea Utara (Korut), Minggu 3 Maret. Ia membawa pesan dari Pemimpin Korut, Kim Jong-un untuk Presiden AS Barack Obama.
Rodman muncul di program ABC Week, beberapa hari setelah pertemuan dengan Jong-un di Ibu Kota Korut, Pyongyang. Di negara komunis itu, Rodman sedang mengerjakan sebuah film dokumenter tentang basket.
"Dia ingin Obama melakukan satu hal, yakni memanggilnya," kata Rodman. Menurutnya, Jong-un meminta bantuannya untuk menghindari terjadinya perang. “Saya tidak ingin melakukan perang. Jong-un mengatakan itu kepada saya," kata Rodman.
Rodman menuturkan pada Jong-un, bahwa kecintaannya pada bola basket bisa berfungsi sebagai pondasi hubungan dengan Obama, yang juga merupakan penggemar basket dan secara teratur bermain basket.
"Jong-un mencintai basket dan Obama juga mencintai basket. Mari kita mulai dari sana," kata Rodman. Pertemuan Rodman dengan Jong-un terbilang unik, karena terjadi di tengah kekhawatiran dunia akan program nuklir dan sifat agresif Korut.
Selain berbincang, tertawa bersama, dan menonton pertandingan basket, Rodman dan Jong-un juga melakukan makan malam bersama. Menanggapi pesan Jong-un yang dibawa Rodman ini, Caitlin Hayden, Juru Bicara Gedung Putih untuk Dewan Keamanan Nasional mengaku, bahwa AS sudah memiliki saluran komunikasi dengan Korut.
"Kami telah mendesak pemimpin Korut untuk memperhatikan seruan Presiden Obama untuk memilih jalur damai dan datang ke perundingan sesuai dengan kewajiban internasional," kata Hayden.
"Daripada menghabiskan uang untuk pementasan acara olahraga, rezim Korut harus fokus pada kesejahteraan rakyatnya sendiri, yang telah kelaparan, dipenjara, dan menyangkal hak asasi mereka," lanjutnya.
Rodman muncul di program ABC Week, beberapa hari setelah pertemuan dengan Jong-un di Ibu Kota Korut, Pyongyang. Di negara komunis itu, Rodman sedang mengerjakan sebuah film dokumenter tentang basket.
"Dia ingin Obama melakukan satu hal, yakni memanggilnya," kata Rodman. Menurutnya, Jong-un meminta bantuannya untuk menghindari terjadinya perang. “Saya tidak ingin melakukan perang. Jong-un mengatakan itu kepada saya," kata Rodman.
Rodman menuturkan pada Jong-un, bahwa kecintaannya pada bola basket bisa berfungsi sebagai pondasi hubungan dengan Obama, yang juga merupakan penggemar basket dan secara teratur bermain basket.
"Jong-un mencintai basket dan Obama juga mencintai basket. Mari kita mulai dari sana," kata Rodman. Pertemuan Rodman dengan Jong-un terbilang unik, karena terjadi di tengah kekhawatiran dunia akan program nuklir dan sifat agresif Korut.
Selain berbincang, tertawa bersama, dan menonton pertandingan basket, Rodman dan Jong-un juga melakukan makan malam bersama. Menanggapi pesan Jong-un yang dibawa Rodman ini, Caitlin Hayden, Juru Bicara Gedung Putih untuk Dewan Keamanan Nasional mengaku, bahwa AS sudah memiliki saluran komunikasi dengan Korut.
"Kami telah mendesak pemimpin Korut untuk memperhatikan seruan Presiden Obama untuk memilih jalur damai dan datang ke perundingan sesuai dengan kewajiban internasional," kata Hayden.
"Daripada menghabiskan uang untuk pementasan acara olahraga, rezim Korut harus fokus pada kesejahteraan rakyatnya sendiri, yang telah kelaparan, dipenjara, dan menyangkal hak asasi mereka," lanjutnya.
(esn)