PM Israel tuduh Iran mengulur waktu

Senin, 04 Maret 2013 - 16:57 WIB
PM Israel tuduh Iran...
PM Israel tuduh Iran mengulur waktu
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Teheran telah membeli waktu untuk melanjutkan kegiatan pengayaan nuklirnya lewat perundangan nuklir baru dengan P5+1, Minggu (3/3/2013).

Ungkapan itu mengisyaratkan rasa tidak sabar Israel, setelah Iran dan P5+1 menggelar perundingan di Almaty, Kazhakstan awal pekan yang lalu.

"Satu-satunya kesan yang saya dapat lewat perundingan ini adalah soal mengulur waktu. Iran hanya bermaksud mengulur waktu, agar dapat memperkaya bahan bakar fosilnya guna pembuatan bom nuklir," ungkap Netanyahu.

Netanyahu mengatakan, tidak ada terobosan baru dalam perundingan tersebut. Sementara sesi baru perundingan tersebut akan digelar kembali di Almaty pada 5-6 April mendatang. Menurutnya, perundingan tersebut hanya menjadi bumerang yang akan memberikan lebih banyak waktu bagi Iran untuk membangun bom nuklir.

Sementara itu, media Iran kemarin melaporkan, bahwa pemerintah sedang membangun sekitar 3 ribu sentrifugal canggih yang akan digunakan untuk memperkaya uranium. Sebuah perkembangan yang dapat mempercepat proyek nuklir Iran.

Sepanjang pembicaraan yang landai itu, P5 +1 yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Perancis plus Jerman, menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium hingga 20 persen dan menutup fasilitas nuklir Fordow dekat pusat kota Qom. Sebagai imbalannya, pemerintah Barat akan meringankan sanksi perdagangan emas, petrokimia, dan sanksi perbankan terhadap Iran.

Selama ini, AS, Israel dan beberapa sekutu mereka telah berulang kali menuduh Iran mengejar sasaran non-sipil dalam program energi nuklirnya. Atas dasar tuduhan itu, AS dan Uni Eropa telah memberlakukan beberapa putaran sanksi sepihak terhadap Iran. Namun, Iran membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi dan anggota dari Badan Energi Atom Internasional, mereka berhak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
(esn)
Berita Terkait
Warga Iran Bersukacita...
Warga Iran Bersukacita Usai IRGC Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
Konflik Memanas, Dubes...
Konflik Memanas, Dubes Iran di Jakarta Kecam Serangan Israel ke Fasilitas Sipil
Cegat Serangan Rudal...
Cegat Serangan Rudal Iran, Israel Kerahkan Pesawat Tempur F-15 Eagle
Operasi Janji Sejati...
Operasi Janji Sejati II Dimulai! Ratusan Rudal Balistik Iran Hancurkan Israel Tanpa Ampun
Perang Dimulai, Iran...
Perang Dimulai, Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Wilayah Israel
Israel Panik Diserang...
Israel Panik Diserang Puluhan Rudal Balistik Iran
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
1 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
2 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
3 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
3 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved