PBB serukan investigasi independen atas kematian tahanan Palestina
Rabu, 27 Februari 2013 - 19:52 WIB
PBB serukan investigasi independen atas kematian tahanan Palestina
A
A
A
Sindonews.com - PBB menyerukan investigasi independen dan transparan atas kematian tahanan Palestina, Arafat Jaradat (30) di penjara Israel. Jaradat yang memiliki dua anak, tewas pada akhir pekan lalu di penjara Israel, enam hari setelah ia ditangkap.
Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Robert Serry, menyerukan penyelidikan independen, setelah bertemu Perdana Menteri Salam Fayyad dan kepala negosiator Saeb Erekat untuk membahas situasi tahanan Palestina di penjara Israel.
"Koordinator Khusus PBB mengambil catatan dari temuan awal otopsi yang dilakukan pada tubuh Jaradat, dengan partisipasi para ahli Israel dan Palestina," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari kantor berita Wafa.
"PBB mengharapkan, otopsi akan diikuti oleh penyelidikan independen dan transparan soal penyebab kematian Jaradat dan hasilnya harus diumumkan sesegera mungkin," lanjut pernyataan tersebut. Menurut pernyataan itu, Serry sangat sedih dan prihatin tentang kematian Jaradat dan mengirimkan ucapan belasungkawa kepada keluarganya.
"Koordinator Khusus menegaskan kembali posisi PBB seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal pekan lalu, bahwa hak asasi manusia terhadap semua tahanan Palestina dan tahanan di penjara Israel harus sepenuhnya dihormati," kata pernyataan itu.
Hasil otopsi pada tubuh Jaradat membuktikan, bahwa ia tewas akibat kekerasan fisik dan bukan karena serangan jantung, seperti yang diutarakan Israel sebelumnya. Otopsi menunjukkan, bahwa sejumlah tulang Jaradat patah dan remuk, diduga akibat benturan benda tumpul.
Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Robert Serry, menyerukan penyelidikan independen, setelah bertemu Perdana Menteri Salam Fayyad dan kepala negosiator Saeb Erekat untuk membahas situasi tahanan Palestina di penjara Israel.
"Koordinator Khusus PBB mengambil catatan dari temuan awal otopsi yang dilakukan pada tubuh Jaradat, dengan partisipasi para ahli Israel dan Palestina," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari kantor berita Wafa.
"PBB mengharapkan, otopsi akan diikuti oleh penyelidikan independen dan transparan soal penyebab kematian Jaradat dan hasilnya harus diumumkan sesegera mungkin," lanjut pernyataan tersebut. Menurut pernyataan itu, Serry sangat sedih dan prihatin tentang kematian Jaradat dan mengirimkan ucapan belasungkawa kepada keluarganya.
"Koordinator Khusus menegaskan kembali posisi PBB seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal pekan lalu, bahwa hak asasi manusia terhadap semua tahanan Palestina dan tahanan di penjara Israel harus sepenuhnya dihormati," kata pernyataan itu.
Hasil otopsi pada tubuh Jaradat membuktikan, bahwa ia tewas akibat kekerasan fisik dan bukan karena serangan jantung, seperti yang diutarakan Israel sebelumnya. Otopsi menunjukkan, bahwa sejumlah tulang Jaradat patah dan remuk, diduga akibat benturan benda tumpul.
(esn)