Rusia & AS berbagi visi pada masalah nuklir Iran
Sabtu, 26 Januari 2013 - 10:00 WIB
Rusia & AS berbagi visi pada masalah nuklir Iran
A
A
A
Sindonews.com – Rusia dan Amerika Serikat memiliki kesamaan visi mengenai masalah nuklir Iran, tetapi berbeda pada pendekatan khusus untuk masalah ini. Hal ini disampaikan oleh seorang Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, Jumat (25/1/2013).
"Kami tidak ingin membahayakan rezim non-proliferasi, sementara kita akan menerima hak-hak Iran untuk penggunaan damai energi nuklir," kata Peskov. Menurutnya, Rusia hanya menerima cara diplomatik dan politik dalam berurusan dengan Teheran dan menolak sanksi bagi Iran.
"Kami masih memiliki ruang untuk kegiatan diplomatik dan kemudian kita masih harus menggunakan pengaruh bersama kami untuk melanjutkan dialog dengan Iran. Diplomasi adalah lebih baik," Kata Peskov.
Pejabat itu mencatat, Moskow berharap Iran akan berperilaku secara timbal balik. "Kami berharap untuk pemahaman timbal balik dari mitra kami Iran, yang pasti akan mengambil sikap kooperatif," lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah memperingatkan dalam sebuah konferensi pers tahunan, bahwa mencoba untuk memecahkan masalah nuklir Iran melalui cara-cara militer bisa sangat berbahaya.
Lavrov mendesak Iran untuk menjadi responsif terhadap permintaan Badan Atom Internasional, IAEA. Pembicaraan terakhir antara Iran dengan IAEA tak membuahkan hasil memuaskan.
"Kami tidak ingin membahayakan rezim non-proliferasi, sementara kita akan menerima hak-hak Iran untuk penggunaan damai energi nuklir," kata Peskov. Menurutnya, Rusia hanya menerima cara diplomatik dan politik dalam berurusan dengan Teheran dan menolak sanksi bagi Iran.
"Kami masih memiliki ruang untuk kegiatan diplomatik dan kemudian kita masih harus menggunakan pengaruh bersama kami untuk melanjutkan dialog dengan Iran. Diplomasi adalah lebih baik," Kata Peskov.
Pejabat itu mencatat, Moskow berharap Iran akan berperilaku secara timbal balik. "Kami berharap untuk pemahaman timbal balik dari mitra kami Iran, yang pasti akan mengambil sikap kooperatif," lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah memperingatkan dalam sebuah konferensi pers tahunan, bahwa mencoba untuk memecahkan masalah nuklir Iran melalui cara-cara militer bisa sangat berbahaya.
Lavrov mendesak Iran untuk menjadi responsif terhadap permintaan Badan Atom Internasional, IAEA. Pembicaraan terakhir antara Iran dengan IAEA tak membuahkan hasil memuaskan.
(esn)