77 warga Rusia kembali dari Suriah
Rabu, 23 Januari 2013 - 13:59 WIB
77 warga Rusia kembali dari Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 77 warga Rusia yang bermukim di Suriah kembali ke tanah air mereka, Rabu (23/1/2013). Kementrian Darurat Rusia mengatakan 77 orang tersebut tiba di Bandara Domodedovo, Moskow secara terpisah dalam dua penerbangan.
Kementrian Darurat Rusia mengatakan proses evakusi 77 warga Rusia tidak dilakukan dari Suriah, melainkan dari Beirut, Lebanon. Sebab, pemerintah dan pemberontak Suriah masih saling serang.
"Evakasi warga Rusia di Suriah terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 28 orang, mereka dipulangkan dengan mengunakan pesawat penumpang Yak-42. Sementara kelompok kedua yang berjumlah 49 orang diangkut dengan mengunakan pesawat II-76," ungkap pernyataan yang disampaikan Kementrian Darurat Rusia seperti dilansir RIA Novosti, Rabu (23/1/2013).
Para pengungsi tersebut merupakan anak-anak, wanita yang telah menikah dengan penduduk Suriah dan sejumlah pria yang telah mendapatkan kewarganegaraan Rusia. Setibanya di Rusia, para pengungsi menjalani pemeriksaan medis, psikologis dan pengecekan data kependudukan oleh petugas imigrasi Rusia.
Pesawat yang mengangkut para pengusi tersebut tiba di Rusia sepekan setelah Rusia menutup konsulat Jenderal Rusia di Kota Aleppo. Namun, Kedutaan Besar Rusia di Damaskus tetap beroperasi dengan pengurangan beberapa staf mereka. Langkah tersebut diambil menyusul pertempuran sengit antara pemerintah dan pemberontak Suriah di wilayah tersebut.
Pihak kedutaan mengatakan jumlah warga Rusia terdaftar resmi tinggal di Suriah mencapai 8008 jiwa. Tapi, berbagai sumber diplomatik mengatakan jumlah mereka mencapai 25 ribu orang, dimana banyak orang yang telah menikah dengan warga Suriah tanpa mendaftarkan status mereka di konsuler Rusia.
Kementrian Darurat Rusia mengatakan proses evakusi 77 warga Rusia tidak dilakukan dari Suriah, melainkan dari Beirut, Lebanon. Sebab, pemerintah dan pemberontak Suriah masih saling serang.
"Evakasi warga Rusia di Suriah terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 28 orang, mereka dipulangkan dengan mengunakan pesawat penumpang Yak-42. Sementara kelompok kedua yang berjumlah 49 orang diangkut dengan mengunakan pesawat II-76," ungkap pernyataan yang disampaikan Kementrian Darurat Rusia seperti dilansir RIA Novosti, Rabu (23/1/2013).
Para pengungsi tersebut merupakan anak-anak, wanita yang telah menikah dengan penduduk Suriah dan sejumlah pria yang telah mendapatkan kewarganegaraan Rusia. Setibanya di Rusia, para pengungsi menjalani pemeriksaan medis, psikologis dan pengecekan data kependudukan oleh petugas imigrasi Rusia.
Pesawat yang mengangkut para pengusi tersebut tiba di Rusia sepekan setelah Rusia menutup konsulat Jenderal Rusia di Kota Aleppo. Namun, Kedutaan Besar Rusia di Damaskus tetap beroperasi dengan pengurangan beberapa staf mereka. Langkah tersebut diambil menyusul pertempuran sengit antara pemerintah dan pemberontak Suriah di wilayah tersebut.
Pihak kedutaan mengatakan jumlah warga Rusia terdaftar resmi tinggal di Suriah mencapai 8008 jiwa. Tapi, berbagai sumber diplomatik mengatakan jumlah mereka mencapai 25 ribu orang, dimana banyak orang yang telah menikah dengan warga Suriah tanpa mendaftarkan status mereka di konsuler Rusia.
(esn)