DK PBB perkuat sanksi Korut

Rabu, 23 Januari 2013 - 12:44 WIB
DK PBB perkuat sanksi...
DK PBB perkuat sanksi Korut
A A A
Sindonews.com - Seluruh anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang bersidang di Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memperluas dan memperkuat sanksi terhadap Korea Utara (Korut), Selasa (22/1/2013). Sanksi baru tersebut merupakan hukuman karena Korut menghiraukan sanksi PBB yang tak memperbolehkan mereka melakukan uji coba nuklir.

Untuk diketahui, meski menuai kecaman, Desember 2012 lalu, Korut kekeuh meluncurkan satelit Kwangmyongsong-3 dengan bantuan roket UNHA 3. Masyarakat internasional meyakini peluncuran roket UNHA 3 adalah misi uji coba rudal balistik antar benua milik Korut.

Kemarin, 15 anggota DK PBB akhirnya sepakat mengadopsi 20 pasal dalam resolusi untuk menghukum Korut. Keputusan tersebut telah melalui sebuah proses perdebatan panjang dan sengit. Seperti diketahui, selama satu bulan terakhir AS dan China dalam negosiasi keduanya terus berselisih paham untuk menjatuhkan sanksi atas Korut.

Dalam resolusi tersebut DK PBB mengatakan mereka sangat menyesalkan keputusan Korut yang tetap melakukan uji coba rudal balistik dan akan terus mengambil tindakan lebih lanjut jika Korut mengulang langkah serupa. Tidak hanya itu, DK PBB juga menambahkan empat pihak dan enam badan Korut dalam daftar hitam PBB. Salah satunya, Paek Chang-ho Kepala Badan Antariksa Korut (The Korean Committee for Space Technology). Mereka yang masuk dalam daftar hitam akan dilarang pergian sekaligus pembekuan aset di internasional.

Duta besar AS untuk PBB, Susan Rice mengatakan resolusi tersebut mencerminkan persatuan DK PBB. " Kami yakin resolusi ini merupakan sebuah ketegasan, kesatuan dan respon yang tepat atas tindakan gegabah Korut. Putusan baru ini sangat penting guna mengatasi ancaman pengembangan program nuklir dan rudal Korut," ujar Rice seperti dilansir VOA

Sementara itu, Duta besar Korea Selatan untuk PBB Kim Sook mengatakan Korut harus meninggalkan program pengembangan teknologi senjata nuklir dan rudal. Sebab, langkah tersebut tidak akan ditoleransi oleh masyarakat internasional. Sook juga mendesak Korut untuk mengakhiri kebijakan mengisolasi diri dari pergaulan internasional.

"Jika Korut ingin mencoba melakukan berbagai cara untuk bertindak sebagai anggota masayrakat internasional yang bertanggung jawab, maka mereka harus melakukan semua tindakan yang membuat mereka mudah diterima dalam pergaulan masyarakat internasional," ungkap Sook.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
20 menit yang lalu
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
42 menit yang lalu
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
1 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
1 jam yang lalu
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
3 jam yang lalu
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
3 jam yang lalu
Infografis
Pesawat Airbus A400M...
Pesawat Airbus A400M Mendarat di Lanud Halim, Perkuat Armada Tempur TNI AU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved