Turki akan terus gempur militan Kurdi
Senin, 21 Januari 2013 - 22:33 WIB
Turki akan terus gempur militan Kurdi
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menegaskan, bahwa tentara Turki akan melanjutkan operasi militer terhadap militan anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sampai mereka meletakkan senjata dan mengakhiri serangan.
"Organisasi teror harus mengakhiri tindakannya, menarik diri ke luar negeri dan meletakkan senjata mereka. Dan, kami akan memberikan dukungan terbaik untuk proses itu," Kata Erdogan dalam pidato yang disampaikan di selatan Provinsi Gaziantep, Minggu 20 Januari, seperti dikutip dari Xinhua.
Erdogan mengatakan, bahwa tentara Turki tidak akan melakukan operasi terhadap PKK, jika mereka meninggalkan negara itu. Pernyataannya itu merupakan jawaban langsung terhadap keprihatinan PKK untuk proses menarik diri dari negara itu.
Pada 1999, ketika Abdullah Ocalan, Pemimpin PKK dipenjara dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, PKK menyatakan gencatan senjata. Namun, ratusan gerilyawan PKK tewas dalam operasi yang digelar oleh militer Turki saat mereka meninggalkan negara itu.
Erdogan mengaku menolak segala macam diskriminasi etnis. Ia mengaku tidak mengenal definisi "masalah Kurdi," tapi hanya mengakui "masalahnya saudara Kurdi." “Sejak Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) didirikan pada 2001, moto telah berubah "menjadi satu, bersama-sama, dan hidup di bawah atap kewarganegaraan republik Turki," kata Erdogan.
Erdogan menekankan, bahwa pemerintahnya tidak akan membiarkan upaya apa pun untuk mendirikan gerakan separatis di negara itu. PKK dinyatakan sebagai organisasi teror oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Sejak 1984, konflik Turki dengan PKK merenggut nyawa lebih dari 40 ribu orang, yang sebagian besar adalah kaum Kurdi.
"Organisasi teror harus mengakhiri tindakannya, menarik diri ke luar negeri dan meletakkan senjata mereka. Dan, kami akan memberikan dukungan terbaik untuk proses itu," Kata Erdogan dalam pidato yang disampaikan di selatan Provinsi Gaziantep, Minggu 20 Januari, seperti dikutip dari Xinhua.
Erdogan mengatakan, bahwa tentara Turki tidak akan melakukan operasi terhadap PKK, jika mereka meninggalkan negara itu. Pernyataannya itu merupakan jawaban langsung terhadap keprihatinan PKK untuk proses menarik diri dari negara itu.
Pada 1999, ketika Abdullah Ocalan, Pemimpin PKK dipenjara dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, PKK menyatakan gencatan senjata. Namun, ratusan gerilyawan PKK tewas dalam operasi yang digelar oleh militer Turki saat mereka meninggalkan negara itu.
Erdogan mengaku menolak segala macam diskriminasi etnis. Ia mengaku tidak mengenal definisi "masalah Kurdi," tapi hanya mengakui "masalahnya saudara Kurdi." “Sejak Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) didirikan pada 2001, moto telah berubah "menjadi satu, bersama-sama, dan hidup di bawah atap kewarganegaraan republik Turki," kata Erdogan.
Erdogan menekankan, bahwa pemerintahnya tidak akan membiarkan upaya apa pun untuk mendirikan gerakan separatis di negara itu. PKK dinyatakan sebagai organisasi teror oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Sejak 1984, konflik Turki dengan PKK merenggut nyawa lebih dari 40 ribu orang, yang sebagian besar adalah kaum Kurdi.
(esn)