Militer Myanmar & pemberontak Kachin masih saling serang
Minggu, 20 Januari 2013 - 08:30 WIB
Militer Myanmar & pemberontak Kachin masih saling serang
A
A
A
Sindonews.com – Meski Pemerintah Myanmar sudah mengumumkan akan menghentikan serangan ke basis pemberontak Kachin, namun nyatanya pertikaian bersenjata antara kedua belah pihak masih terjadi.
Pada Sabtu (19/1/2013), pemimpin pemberontak Kachin mengatakan, bahwa pertempuran masih terjadi di Hka Pot dan Hka Ya Bhum, wilayah di puncak bukit yang dikuasai pemberontak. Ia juga menyatakan, pertempuran juga terjadi di Hphakant.
“Tentara Myanmar telah meluncurkan serangan baru di masing-masing lokasi,” ujarnya, seperti dikutip dari Iol.co.za.
Sementara itu, Ye Htut, juru bicara Presiden Thein Sein, menuduh pemberontak menyerang sebuah kantor polisi di Hphakant, pada Sabtu sebelum fajar. Serangan ini menewaskan dua polisi.
Htut tidak berkomentar langsung soal laporan pertempuran yang kembali terjadi. Namun ia mengatakan, tentara Myanmar telah menegaskan kembali komitmennya untuk mengikuti instruksi presiden untuk menghentikan serangan, kecuali untuk membela diri.
Min Htay, anggota dari Front Demokratik Mahasiswa Burma, sebuah kelompok pembangkang yang berjuang bersama beberapa unit KIA, juga mengatakan bahwa tentara Myanmar menembaki sebuah pos pemberontak di Ya Bhum dengan serangan artileri.
"Pemerintah mengumumkan,bahwa mereka akan menghentikan serangan," kata Htay. "Tapi dalam prakteknya, tentara terus melancarkan serangan bertubi-tubi."
Htay mengatakan, ratusan pasukan darat tentara pemerintah menyerbu tiga pos pemberontak di sekitar bukit Lajayang dalam pertempuran sengit pada Jumat. Serangan ini memaksa gerilyawan yang kalah jumlah untuk mundur.
Pada Sabtu (19/1/2013), pemimpin pemberontak Kachin mengatakan, bahwa pertempuran masih terjadi di Hka Pot dan Hka Ya Bhum, wilayah di puncak bukit yang dikuasai pemberontak. Ia juga menyatakan, pertempuran juga terjadi di Hphakant.
“Tentara Myanmar telah meluncurkan serangan baru di masing-masing lokasi,” ujarnya, seperti dikutip dari Iol.co.za.
Sementara itu, Ye Htut, juru bicara Presiden Thein Sein, menuduh pemberontak menyerang sebuah kantor polisi di Hphakant, pada Sabtu sebelum fajar. Serangan ini menewaskan dua polisi.
Htut tidak berkomentar langsung soal laporan pertempuran yang kembali terjadi. Namun ia mengatakan, tentara Myanmar telah menegaskan kembali komitmennya untuk mengikuti instruksi presiden untuk menghentikan serangan, kecuali untuk membela diri.
Min Htay, anggota dari Front Demokratik Mahasiswa Burma, sebuah kelompok pembangkang yang berjuang bersama beberapa unit KIA, juga mengatakan bahwa tentara Myanmar menembaki sebuah pos pemberontak di Ya Bhum dengan serangan artileri.
"Pemerintah mengumumkan,bahwa mereka akan menghentikan serangan," kata Htay. "Tapi dalam prakteknya, tentara terus melancarkan serangan bertubi-tubi."
Htay mengatakan, ratusan pasukan darat tentara pemerintah menyerbu tiga pos pemberontak di sekitar bukit Lajayang dalam pertempuran sengit pada Jumat. Serangan ini memaksa gerilyawan yang kalah jumlah untuk mundur.
(esn)