Pemerintah Myanmar akhiri serangan pada pemberontak Kachin
Sabtu, 19 Januari 2013 - 08:13 WIB
Pemerintah Myanmar akhiri serangan pada pemberontak Kachin
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Myanmar memutuskan untuk menghentikan serangan pada kaum pemberontak Kachin, Jumat (18/1/2013). "Panglima menegaskan, bahwa militer akan mengikuti perintah dari Presiden untuk tidak melakukan serangan ofensif, kecuali untuk membela diri," kata Kementerian Informasi Myanmar dalam sebuah pernyataan.
Pengentian serangan ini akan berlaku sejak Sabtu 19 Januari pagi. "Tapi dalam konflik bersenjata, kedua belah pihak perlu menghentikan serangan demi meredakan ketegangan," tambah pernyataan itu.
Pemerintah Myanmar telah menuduh Kachin Independence Army (KIA) melancarkan puluhan serangan terhadap jalan dan jaringan rel di wilayah itu. Dalam beberapa pekan terakhir, militer Myanmar meningkatkan tekanan pada pemberontak Kachin. Serangan ini mengundang keprihatinan dunia internasional.
"KIA juga perlu berhenti menyerang dan memblokir jalan raya dan kereta api untuk menunjukkan simpati bagi orang yang menderita karena pertempuran baru di Negara Bagian Kachin," kata pernyataan pemerintah.
Jumlah pasti korban pasti akibta pertikaian ini tidak diketahui, tetapi pemerintah mengatakan bahwa 35 tentara telah tewas dan 190 terluka dalam serangkaian penyergapan oleh pemberontak sejak 2011. Ini adalah pernyataan resmi pertama yang dikeluarkan militer Myanmar.
Puluhan ribu orang telah mengungsi dari negara bagian itu sejak Juni 2011, ketika berakhirnya sebuah gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 17 tahun antara pemerintah dan KIA.
Pengentian serangan ini akan berlaku sejak Sabtu 19 Januari pagi. "Tapi dalam konflik bersenjata, kedua belah pihak perlu menghentikan serangan demi meredakan ketegangan," tambah pernyataan itu.
Pemerintah Myanmar telah menuduh Kachin Independence Army (KIA) melancarkan puluhan serangan terhadap jalan dan jaringan rel di wilayah itu. Dalam beberapa pekan terakhir, militer Myanmar meningkatkan tekanan pada pemberontak Kachin. Serangan ini mengundang keprihatinan dunia internasional.
"KIA juga perlu berhenti menyerang dan memblokir jalan raya dan kereta api untuk menunjukkan simpati bagi orang yang menderita karena pertempuran baru di Negara Bagian Kachin," kata pernyataan pemerintah.
Jumlah pasti korban pasti akibta pertikaian ini tidak diketahui, tetapi pemerintah mengatakan bahwa 35 tentara telah tewas dan 190 terluka dalam serangkaian penyergapan oleh pemberontak sejak 2011. Ini adalah pernyataan resmi pertama yang dikeluarkan militer Myanmar.
Puluhan ribu orang telah mengungsi dari negara bagian itu sejak Juni 2011, ketika berakhirnya sebuah gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 17 tahun antara pemerintah dan KIA.
(esn)