Penembak gelap bunuh wartawan asing di Suriah
Jum'at, 18 Januari 2013 - 22:51 WIB
Penembak gelap bunuh wartawan asing di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang wartawan Belgia kelahiran Perancis, Yves Debay, tewas akibat tembakan yang dilepaskan oleh penembak gelap di sebelah utara Kota Aleppo, Suriah. Demikian dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Jumat (18/1/2013).
"Dia tewas di salah satu lokasi pertempuran di Aleppo. Ia ditembak oleh seorang penembak jitu rezim Suriah,” sebut pernyataan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dikutip dari Expatica France.
Aktivis oposisi Suriah memposting foto-foto jenazah Debay dan kartu pers miliknya. Kartu pers itu dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Perancis dan memuat foto Debay.
Salah satu aktivis Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Abu Hisyam mengatakan, bahwa ia pertama kali diberitahu tentang pembunuhan Debay oleh sukarelawan di sebuah rumah sakit di Aleppo.
Seorang aktivis lainnya menyatakan, bahwa ia telah membantu menempatkan tubuh Debay di ambulans dalam perjalanan ke perbatasan al-Salama Bab, di persimpangan dengan Turki.
"Belum benar-benar jelas bagaimana dia dibunuh, tetapi tampaknya ia memasuki sebuah jalan yang sangat berbahaya, di mana tentara dan milisi pro-rezim diposisikan," kata aktivis itu.
Hingga kini, setidaknya sudah 17 wartawan profesional, baik asing maupun yang berasal dari Suriah tewas saat melakukan liputan perang saudara yang sudah berlangsung selama 22 bulan ini. Selain itu, ada 44 wartawan amatir yang juga tewas saat coba meliput pertempuran demi pertempuran.
"Dia tewas di salah satu lokasi pertempuran di Aleppo. Ia ditembak oleh seorang penembak jitu rezim Suriah,” sebut pernyataan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dikutip dari Expatica France.
Aktivis oposisi Suriah memposting foto-foto jenazah Debay dan kartu pers miliknya. Kartu pers itu dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Perancis dan memuat foto Debay.
Salah satu aktivis Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Abu Hisyam mengatakan, bahwa ia pertama kali diberitahu tentang pembunuhan Debay oleh sukarelawan di sebuah rumah sakit di Aleppo.
Seorang aktivis lainnya menyatakan, bahwa ia telah membantu menempatkan tubuh Debay di ambulans dalam perjalanan ke perbatasan al-Salama Bab, di persimpangan dengan Turki.
"Belum benar-benar jelas bagaimana dia dibunuh, tetapi tampaknya ia memasuki sebuah jalan yang sangat berbahaya, di mana tentara dan milisi pro-rezim diposisikan," kata aktivis itu.
Hingga kini, setidaknya sudah 17 wartawan profesional, baik asing maupun yang berasal dari Suriah tewas saat melakukan liputan perang saudara yang sudah berlangsung selama 22 bulan ini. Selain itu, ada 44 wartawan amatir yang juga tewas saat coba meliput pertempuran demi pertempuran.
(esn)