Suu Kyi bela keputusan kontroversial partainya

Jum'at, 18 Januari 2013 - 18:29 WIB
Suu Kyi bela keputusan...
Suu Kyi bela keputusan kontroversial partainya
A A A
Sindonews.com - Aktivis pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi membela keputusan kontroversial partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang menerima sumbangan dana pendidikan dari pengusaha yang dekat dengan mantan penguasa junta militer.

"Biarkan mereka menyumbang, jika mereka menyumbang untuk hal-hal yang baik," kata Suu Kyi, pemimpin oposisi dan anggota parlemen majelis rendah, Jumat (18/1/2013), seperti dikutip dari Channel News Asia

Keputusan Suu Kyi ini telah memicu beragam pendapat, karena dianggap sebagai keputusan kontroversial. Sebab, selama ini Suu Kyi dianggap sebagai simbol demokrasi dan pendobrak kekuasaan militer di Myanmar.

Namun, Suu Kyi punya pendapat tersendiri. "Saya tidak mengerti, mengapa kami tidak bisa menerima dana bantuan itu? Jika uang itu ilegal, kami tidak akan menerimanya. Tapi, jika uang itu bersih, mengapa tidak bisa digunakan untuk tujuan baik?" lanjut Suu Kyi.

Sejumlah donor memang berpartisipasi dalam penggalangan dana yang dilakukan NLD pada Desember 2012 silam. Salah satunya adalah Asia Green Development Bank, yang dimiliki oleh taipan terkemuka Tay Za. Sosok ini disebut oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai "antek rezim terkenal dan pedagang senjata".

NLD mengaku telah menerima total 500 juta kyat (USD580 ribu) dari acara penggalangan dana tersebut. Perusahaan gabungan milik Tay Za menyumbangkan 70 juta kyat. NLD mengatakan, uang tersebut akan digunakan untuk membantu memberikan pendidikan gratis bagi 10 ribu siswa di Myanmar.

"Uang itu disumbangkan untuk jaringan pendidikan," kata juru bicara partai dan anggota parlemen NLD, Ohn Kyaing. "Siapa yang akan menderita jika kita tak menerima uang dari mereka? Anak-anak harus melanjutkan pendidikan mereka. Orang bisa mengkritik, tapi itulah demokrasi," kata Kyaing.
(esn)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
27 menit yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
2 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
3 jam yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
4 jam yang lalu
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
5 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved