Turki desak faksi-faksi di Palestina untuk berdamai
Kamis, 17 Januari 2013 - 23:58 WIB
Turki desak faksi-faksi di Palestina untuk berdamai
A
A
A
Sindonews.com - Turki telah mendesak faksi-faksi di Palestina yang berseteru untuk berdamai dan mengakhiri perpecahan internal. Seorang pejabat Hamas mengatakan, bahwa Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan kepala Hamas Khaled Meshaal secara terpisah pada Rabu 16 Januari malam.
Dalam percakapan telepon itu, Erdogan berjanji pada kedua pemimpin Palestina untuk memberi dukungan finansial dan politik pada Pemerintahan Palestina mendatang. “Erdogan mendesak dua pemimpin itu untuk mengakhiri lima tahun pertikaian politik antara Hamas dan Fatah, Menurutnya, hal ini akan meningkatkan posisi Palestina di depan masyarakat internasional," kata sumber itu, Kamis (17/1/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Turki memang menjadi salah satu penggagas rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, yang dilangsungkan di Kairo, Mesir, Kamis. “Jika peserta rapat menyepakati jadwal pada Kamis, Mesir akan mengundang semua faksi Palestina untuk menyatakan hasil diskusi,” lanjut sumber tersebut.
Pembicaraan rekonsiliasi Palestina digagas Mesir pada November lalu, setelah berakhirnya konflik delapan hari antara Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza dan peningkatan status Palestina sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
Dalam percakapan telepon itu, Erdogan berjanji pada kedua pemimpin Palestina untuk memberi dukungan finansial dan politik pada Pemerintahan Palestina mendatang. “Erdogan mendesak dua pemimpin itu untuk mengakhiri lima tahun pertikaian politik antara Hamas dan Fatah, Menurutnya, hal ini akan meningkatkan posisi Palestina di depan masyarakat internasional," kata sumber itu, Kamis (17/1/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Turki memang menjadi salah satu penggagas rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, yang dilangsungkan di Kairo, Mesir, Kamis. “Jika peserta rapat menyepakati jadwal pada Kamis, Mesir akan mengundang semua faksi Palestina untuk menyatakan hasil diskusi,” lanjut sumber tersebut.
Pembicaraan rekonsiliasi Palestina digagas Mesir pada November lalu, setelah berakhirnya konflik delapan hari antara Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza dan peningkatan status Palestina sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
(esn)