Israel halau upaya aktivis Palestina dirikan tenda di Tepi Barat
Rabu, 16 Januari 2013 - 19:29 WIB
Israel halau upaya aktivis Palestina dirikan tenda di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Israel menghalau langkah sejumlah aktivis Pelestina yang berusaha kembali mendirikan tenda di pemukiman Adumim Ma'aleh, Tepi Barat, wilayah E1 Israel, Rabu (16/1/2013). Aksi yang dilancarakan oleh sekitar 50 aktivis Palestina tersebut dilakukan untuk memprotes keputusan pemerintah Israel bulan lalu melanjutkan rencana pembangun 3.500 rumah di wilayah Bab Alshams di E1.
Juru Bicara Kepolisian Isreal, Micky Rosenfeld mengatakan para pengunjuk rasa mencoba kembali membangun tenda di wilayah yang untuk sementara waktu dinyatakan sebagai zona militer tertutup.
Salah satu pengujuk rasa mencoba mengecoh petugas kepolisian dengan menyelengarakan sebuah pesta pernikahan tradisional. Dia datang dengan menumpang mobil pengantin dan memakai sebuah gaun pengatin putih. Namun langkah maju para pendemo ke atas bukit didorong turun oleh sejumlah polisi.
"Guna mencegah masa kembali ke atas bukit, polisi terpaksa melepaskan dua granat setrum ke arah masa yang berjumlah sekitar 50 orang," imbuh Rosenfeld.
Polisi Israel lantas menahan 20 orang warga Palestina untuk kepentingan penyelidikan.
Aksi yang dilancarakan oleh aktivis Palestina tersebut terjadi dua hari selang Polisi dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengevakuasi 250 warga Palestina, termasuk 25 Jurnalis yang mendirikan tenda di pemukiman Adumim Ma'aleh, Tepi Barat, wilayah E1 Israel, akhir pekan lalu.
Juru Bicara Kepolisian Isreal, Micky Rosenfeld mengatakan para pengunjuk rasa mencoba kembali membangun tenda di wilayah yang untuk sementara waktu dinyatakan sebagai zona militer tertutup.
Salah satu pengujuk rasa mencoba mengecoh petugas kepolisian dengan menyelengarakan sebuah pesta pernikahan tradisional. Dia datang dengan menumpang mobil pengantin dan memakai sebuah gaun pengatin putih. Namun langkah maju para pendemo ke atas bukit didorong turun oleh sejumlah polisi.
"Guna mencegah masa kembali ke atas bukit, polisi terpaksa melepaskan dua granat setrum ke arah masa yang berjumlah sekitar 50 orang," imbuh Rosenfeld.
Polisi Israel lantas menahan 20 orang warga Palestina untuk kepentingan penyelidikan.
Aksi yang dilancarakan oleh aktivis Palestina tersebut terjadi dua hari selang Polisi dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengevakuasi 250 warga Palestina, termasuk 25 Jurnalis yang mendirikan tenda di pemukiman Adumim Ma'aleh, Tepi Barat, wilayah E1 Israel, akhir pekan lalu.
(esn)