Iran: Parchin tidak digunakan untuk kegiatan nuklir
Rabu, 16 Januari 2013 - 08:00 WIB
Iran: Parchin tidak digunakan untuk kegiatan nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Menjelang digelarnya kembali perundingan tentang program nuklir Iran dengan Badan Atom Internasional (IAEA), Pemerintah Iran memastikan bahwa situs Parchin hanyalah sebuah situs militer dan tak digunakan untuk mengembangkan nuklir.
Sebelumnya, IAEA dan sejumlah negara Barat sangat yakin bahwa Parchin adalah tempat Iran mengembangkan teknologi nuklir. Para inspektur IAEA pun meminta Iran untuk memberi akses mengunjungi Parchin.
"Parchin adalah zona militer dan kegiatannya dan tidak terkait dengan kegiatan nuklir," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast pada wartawan dalam konferensi pers mingguannya di Teheran, Selasa (15/1/2013).
Meski IAEA mengaku tak pernah diberi akses mengunjungi Parchin, namun Iran menyatakan bahwa mereka telah dua kali menawarkan pada IAEA untuk mengunjungi Parchin.
“Perwakilan dari Iran dan IAEA dapat menyelesaikan masalah melalui paket lengkap, di mana hak-hak nuklir Iran diakui dan kekhawatiran IAEA bisa dikeluarkan melalui kerangka tertentu,” lanjutnya.
Inspektur IAEA, Herman Nackaerts, berharap Iran bersikap konstruktif saat melakukan pembicaraan tentang program nuklir Iran di Teheran, Rabu 16 Januari. "Sepanjang proses ini, Direktur Jenderal selalu mengatakan, bahwa kita berada dalam semangat konstruktif dalam pembicaraan mendatang,” ujar Nackaerts.
"Saat ini, kami juga berada dalam semangat yang sama dan kami percaya bahwa Iran akan bekerja sama dengan kami dalam semangat yang sama," lanjut Nackaerts. Pertemuan antara wakil IAEA dengan Badan Nuklir Iran adalah upaya terbaru dalam mengatasi kekhawatiran dunia soal pengembangan program nuklir Iran.
Sebelumnya, IAEA dan sejumlah negara Barat sangat yakin bahwa Parchin adalah tempat Iran mengembangkan teknologi nuklir. Para inspektur IAEA pun meminta Iran untuk memberi akses mengunjungi Parchin.
"Parchin adalah zona militer dan kegiatannya dan tidak terkait dengan kegiatan nuklir," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast pada wartawan dalam konferensi pers mingguannya di Teheran, Selasa (15/1/2013).
Meski IAEA mengaku tak pernah diberi akses mengunjungi Parchin, namun Iran menyatakan bahwa mereka telah dua kali menawarkan pada IAEA untuk mengunjungi Parchin.
“Perwakilan dari Iran dan IAEA dapat menyelesaikan masalah melalui paket lengkap, di mana hak-hak nuklir Iran diakui dan kekhawatiran IAEA bisa dikeluarkan melalui kerangka tertentu,” lanjutnya.
Inspektur IAEA, Herman Nackaerts, berharap Iran bersikap konstruktif saat melakukan pembicaraan tentang program nuklir Iran di Teheran, Rabu 16 Januari. "Sepanjang proses ini, Direktur Jenderal selalu mengatakan, bahwa kita berada dalam semangat konstruktif dalam pembicaraan mendatang,” ujar Nackaerts.
"Saat ini, kami juga berada dalam semangat yang sama dan kami percaya bahwa Iran akan bekerja sama dengan kami dalam semangat yang sama," lanjut Nackaerts. Pertemuan antara wakil IAEA dengan Badan Nuklir Iran adalah upaya terbaru dalam mengatasi kekhawatiran dunia soal pengembangan program nuklir Iran.
(esn)