Satu pekan terakhir, Irak bebaskan 335 tahanan
Senin, 14 Januari 2013 - 23:24 WIB
Satu pekan terakhir, Irak bebaskan 335 tahanan
A
A
A
Sindonews.com – Dalam satu pekan terakhir ini, Pemerintah Irak telah membebaskan 335 tahanan. “Pada Senin ini, 178 narapidana telah dibebaskan. Jumlah keseluruhan, dalam satu pekan terakhir sudah 335 tahanan yang dibebaskan,” ujar Juru Bicara Kementeri Kehakiman, Haidar al-Saadi, Senin (14/1/2013), seperti dikutip dari Asiaone.
Hal ini dilakukan untuk meredam aksi protes yang dilakukan oleh kaum Sunni Irak. Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki telah mengubah sikapnya dalam menangani aksi protes kaum Sunni ini. Maliki memilih untuk membebaskan para tahanan, sesuai dengan tuntutan kaum Sunni.
Pembebasan tahanan ini juga diiringi dengan permohonan maaf dari Pemerintah Irak. "Saya minta maaf atas nama negara Irak untuk salah satu dari Anda yang ditangkap dan ditahan untuk jangka waktu ini dan tampaknya kemudian bahwa Anda tidak bersalah," kata Wakil Perdana Menteri Hussein al-Shahristani.
Menurutnya, salah tangkap tak hanya terjadi di Irak, tapi juga di beberapa negara lain. "Ini tidak hanya terjadi di Irak, hal itu terjadi di beberapa negara lain. Saya meminta semua pasukan keamanan Irak untuk tidak terburu-buru dalam melakukan penangkapan dan lebih berkonsentrasi pada penangkapan penjahat sejati yang telah melakukan kejahatan terhadap rakyat Irak," lanjutnya.
Unjuk rasa anti pemerintah telah berlangsung sejak 23 Desember di sebagian besar daerah-daerah kaum Sunni di Irak. Selain mengajukan tuntutan pembebasan tahanan, kaum Sunni Irak juga memblokir jalan raya yang menghubungkan Baghdad ke Yordania dan Suriah.
Hal ini dilakukan untuk meredam aksi protes yang dilakukan oleh kaum Sunni Irak. Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki telah mengubah sikapnya dalam menangani aksi protes kaum Sunni ini. Maliki memilih untuk membebaskan para tahanan, sesuai dengan tuntutan kaum Sunni.
Pembebasan tahanan ini juga diiringi dengan permohonan maaf dari Pemerintah Irak. "Saya minta maaf atas nama negara Irak untuk salah satu dari Anda yang ditangkap dan ditahan untuk jangka waktu ini dan tampaknya kemudian bahwa Anda tidak bersalah," kata Wakil Perdana Menteri Hussein al-Shahristani.
Menurutnya, salah tangkap tak hanya terjadi di Irak, tapi juga di beberapa negara lain. "Ini tidak hanya terjadi di Irak, hal itu terjadi di beberapa negara lain. Saya meminta semua pasukan keamanan Irak untuk tidak terburu-buru dalam melakukan penangkapan dan lebih berkonsentrasi pada penangkapan penjahat sejati yang telah melakukan kejahatan terhadap rakyat Irak," lanjutnya.
Unjuk rasa anti pemerintah telah berlangsung sejak 23 Desember di sebagian besar daerah-daerah kaum Sunni di Irak. Selain mengajukan tuntutan pembebasan tahanan, kaum Sunni Irak juga memblokir jalan raya yang menghubungkan Baghdad ke Yordania dan Suriah.
(esn)