Ledakan bom dalam mesjid tewaskan 8 warga Afghanistan
Minggu, 13 Januari 2013 - 17:40 WIB
Ledakan bom dalam mesjid tewaskan 8 warga Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya tujuh warga sipil Afghanistan ditemukan tewas dalam sebuah ledakan yang terjadi di dalam masjid di Distrik Abad Sayed, Provinsi Wardak, Wilayah timur Afghanistan, Minggu (13/1/2012). Ledakan terjadi beberapa saat setelah pasukan Afgahanistan dan militer asing melancarakan operasi gabungan menumpas militan di wilayah tersebut.
"Tujuh orang dilaporkan tewas, setelah sebuah bom meledak di dalam masjid yang terletak di Khil Hassan, Distrik Abad Sayed puku 2 pagi waktu setempat. Sebelum ledakan terjadi, militer dan gerliyawan Afghanistan sepat terlibat baku tembak di luar masjid," ungkap Sahihullah Shahid, Juru Bicara Gubernur Provinsi Warddak, seperti diberitakan dalam Reuters.
Shahid menambahkan, ledakan itu mungkin disebabkan oleh bahan peledak yang melekat pada rompi bom bunuh diri yang dikenakan kaum militan.
Namun, gerilyawan Taliban dan polisi Wardak mengatakan, operasi penumpasan gerilyawan di Afghanistan yang dilancarkan pihak asing melibatkan pesawat tempur. "Pasukan AS dua kali melancarakan serangan ke mesjid tersebut," ungkap Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam sebuah pernyataan kepada media.
Pasukan koalisi asing membantah, bahwa mereka mengerahkan pesawat dalam operasi tersebut. Juru bicara ISAF, pasukan militer asing di Afghanistan membenarkan, bahwa malam itu mereka melancarakan serangan ke Distrik Abad Sayed tanpa menggunakan pesawat.
Sepanjang operasi tersebut, mereka tidak meledakan bom dan tidak ada warga wipil tewas. "Jika ledakan tersebut menewasakan warga sipil, maka ledakan tersebut sepertinya terjadi setelah tim meninggalkan wilayah tersebut," ungkap Juru Bicara ISAF.
"Tujuh orang dilaporkan tewas, setelah sebuah bom meledak di dalam masjid yang terletak di Khil Hassan, Distrik Abad Sayed puku 2 pagi waktu setempat. Sebelum ledakan terjadi, militer dan gerliyawan Afghanistan sepat terlibat baku tembak di luar masjid," ungkap Sahihullah Shahid, Juru Bicara Gubernur Provinsi Warddak, seperti diberitakan dalam Reuters.
Shahid menambahkan, ledakan itu mungkin disebabkan oleh bahan peledak yang melekat pada rompi bom bunuh diri yang dikenakan kaum militan.
Namun, gerilyawan Taliban dan polisi Wardak mengatakan, operasi penumpasan gerilyawan di Afghanistan yang dilancarkan pihak asing melibatkan pesawat tempur. "Pasukan AS dua kali melancarakan serangan ke mesjid tersebut," ungkap Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam sebuah pernyataan kepada media.
Pasukan koalisi asing membantah, bahwa mereka mengerahkan pesawat dalam operasi tersebut. Juru bicara ISAF, pasukan militer asing di Afghanistan membenarkan, bahwa malam itu mereka melancarakan serangan ke Distrik Abad Sayed tanpa menggunakan pesawat.
Sepanjang operasi tersebut, mereka tidak meledakan bom dan tidak ada warga wipil tewas. "Jika ledakan tersebut menewasakan warga sipil, maka ledakan tersebut sepertinya terjadi setelah tim meninggalkan wilayah tersebut," ungkap Juru Bicara ISAF.
(esn)