Wabah flu di AS, 18 anak meninggal dunia
Jum'at, 11 Januari 2013 - 20:38 WIB
Wabah flu di AS, 18 anak meninggal dunia
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) berada dalam cengkeraman wabah influenza yang mematikan. Hingga kini, wabah flu ini telah merenggut nyawa 18 anak. Wabah ini lebih buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Sepertinya ini tahun terburuk yang kami alami sejak 2003-2004," kata Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Jumat (11/1/2013), seperti dikutip dari Iol.co.za.
Fauci mengatakan, wabah influenza ini telah menjangkiti ribuan anak di seluruh negeri. "Jenis flu ini lebih serius dibanding flu pada umumnya. Ini adalah gabungan berbagai H3N2, yang secara historis lebih serius daripada virus yang pernah kita lihat,” lanjutnya.
Menurut pejabat kesehatan federdal AS, epidemi yang pecah pada awal Desember 2012 itu telah menyebabkan sekitar 2.200 orang menjalani rawat inap di seluruh AS. Jumlah penderita paling banyak terdapat di Kota Boston. Para pejabat Kota Boston pun sampai merasa perlu untuk mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat.
Menurut para pejabat, sejauh ini telah ditemukan sekitar 700 kasus flu, hampir 10 kali jumlah tahun lalu. "Ini adalah musim flu terburuk yang kita lihat sejak 2009. Masyarakat harus memandang serius ancaman flu ini," kata Walikota Boston, Thomas Menino dalam sebuah pernyataan.
"Saya mendesak warga untuk mendapatkan vaksinasi, jika mereka belum melakukannya. Ini hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dan keluarga Anda. Jika Anda sakit, silahkan pulang ke rumah dan tinggalkan tempat kerja atau sekolah Anda," lanjut Menino.
Joe Bresee, Kepala Divisi Epidemiologi dan Pencegahan Influenza mengatakan, para pejabat belum tahu seberapa jauh dampak wabah ini. "Meskipun kami tidak dapat mengatakan dengan pasti seberapa parah wabah flu musim ini akan, tapi kita dapat mengatakan bahwa banyak orang yang sakit akibat influenza. Dan, kami mendapatkan laporan soal penyakit parah dan para pasien yang dirawat di rumah sakit," katanya.
"Sepertinya ini tahun terburuk yang kami alami sejak 2003-2004," kata Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Jumat (11/1/2013), seperti dikutip dari Iol.co.za.
Fauci mengatakan, wabah influenza ini telah menjangkiti ribuan anak di seluruh negeri. "Jenis flu ini lebih serius dibanding flu pada umumnya. Ini adalah gabungan berbagai H3N2, yang secara historis lebih serius daripada virus yang pernah kita lihat,” lanjutnya.
Menurut pejabat kesehatan federdal AS, epidemi yang pecah pada awal Desember 2012 itu telah menyebabkan sekitar 2.200 orang menjalani rawat inap di seluruh AS. Jumlah penderita paling banyak terdapat di Kota Boston. Para pejabat Kota Boston pun sampai merasa perlu untuk mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat.
Menurut para pejabat, sejauh ini telah ditemukan sekitar 700 kasus flu, hampir 10 kali jumlah tahun lalu. "Ini adalah musim flu terburuk yang kita lihat sejak 2009. Masyarakat harus memandang serius ancaman flu ini," kata Walikota Boston, Thomas Menino dalam sebuah pernyataan.
"Saya mendesak warga untuk mendapatkan vaksinasi, jika mereka belum melakukannya. Ini hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dan keluarga Anda. Jika Anda sakit, silahkan pulang ke rumah dan tinggalkan tempat kerja atau sekolah Anda," lanjut Menino.
Joe Bresee, Kepala Divisi Epidemiologi dan Pencegahan Influenza mengatakan, para pejabat belum tahu seberapa jauh dampak wabah ini. "Meskipun kami tidak dapat mengatakan dengan pasti seberapa parah wabah flu musim ini akan, tapi kita dapat mengatakan bahwa banyak orang yang sakit akibat influenza. Dan, kami mendapatkan laporan soal penyakit parah dan para pasien yang dirawat di rumah sakit," katanya.
(esn)