China akan tetap kirim patroli ke Kepulauan Diayou
Kamis, 10 Januari 2013 - 23:41 WIB
China akan tetap kirim patroli ke Kepulauan Diayou
A
A
A
Sindonews.com - China mengaku akan terus melakukan patroli rutin di sekitar perairan Kepulauan Diayou, yang dianggap China sebagai wilayah teritorialnya di Laut China Selatan. Hal ini diungkapkan oleh Badan Administrasi Kelautan China, Kamis (10/1/2013).
“China juga akan terus menentang setiap pelanggaran atas kedaulatan negara di wilayah perairan yang kerap dilakukan oleh Jepang, Vietnam, dan Filipina,” kata Liu Caigui, Direktur Badan Administrasi Kelautan China pada konferensi nasional tentang tugas-tugas maritim, seperti dikutip dari Xinhua.
"Dihadapkan dengan adanya situasi yang lebih kritis dan lebih rumit, kami akan mengambil tanggung jawab lebih untuk mempertahankan hak-hak maritim dan kepentingan negara," lanjut Caigui.
China juga akan memperbaiki kerusakan basis poin laut teritorial, melengkapi daftar nama maritim di perairan Laut China Selatan, dan melaksanakan penelitian di demarkasi 200-mil laut luar benua.
Menurut Liu, pada 2012, China telah merilis nama-nama standar serta garis dasar maritim dan poin dari Pulau Diaoyu dan pulau afiliasinya. Hingga kini, Kepulauan Diayou yang di Jepang dikenal sebagai Kepualauan Senkaku, masih jadi pusat sengketa Jepang dan China. Kedua negara sama-sama mengklaim sebagai pemilik kepulauan tersebut.
“China juga akan terus menentang setiap pelanggaran atas kedaulatan negara di wilayah perairan yang kerap dilakukan oleh Jepang, Vietnam, dan Filipina,” kata Liu Caigui, Direktur Badan Administrasi Kelautan China pada konferensi nasional tentang tugas-tugas maritim, seperti dikutip dari Xinhua.
"Dihadapkan dengan adanya situasi yang lebih kritis dan lebih rumit, kami akan mengambil tanggung jawab lebih untuk mempertahankan hak-hak maritim dan kepentingan negara," lanjut Caigui.
China juga akan memperbaiki kerusakan basis poin laut teritorial, melengkapi daftar nama maritim di perairan Laut China Selatan, dan melaksanakan penelitian di demarkasi 200-mil laut luar benua.
Menurut Liu, pada 2012, China telah merilis nama-nama standar serta garis dasar maritim dan poin dari Pulau Diaoyu dan pulau afiliasinya. Hingga kini, Kepulauan Diayou yang di Jepang dikenal sebagai Kepualauan Senkaku, masih jadi pusat sengketa Jepang dan China. Kedua negara sama-sama mengklaim sebagai pemilik kepulauan tersebut.
(esn)