Morsi akan pertemukan Abbas dengan Meshaal di Kairo
Rabu, 09 Januari 2013 - 21:27 WIB
Morsi akan pertemukan Abbas dengan Meshaal di Kairo
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir Mohamed Morsi berencana untuk mempertemukan para pemimpin dua faksi terbesar di Palestina, Hamas dan Fatah, Rabu (9/1/2013), di Kairo, Mesir. Hal ini adalah upaya terbaru dalam menyatukan dua faksi itu setelah perpecahan pada 2007.
Seperti dilaporkan Reuters, belum ada konfirmasi dari Presiden Otoritas Palestina yang juga pemimpin Fatah, Mahmoud Abbas atas rencana ini. Begitu juga dari pemimpin Hamas, Khaled Meshaal. Namun, sebuah kesepakatan antara Hamas dan Fatah telah dicapai pada tahun lalu.
Para pejabat Mesir mengatakan, Morsi akan bertemu secara terpisah dengan Abbas dan Meshaal untuk membahas kesepakatan rekonsiliasi. Sebagai mediator, Mesir diharap bisa membujuk Abbas dan Meshaal untuk duduk dalam satu meja. Sejumlah kalangan menyebut, Abbas enggan untuk berada satu meja dengan Meshaal, sebab itu berarti memberi status setara bagi pemimpin Hamas.
Seorang pejabat senior Hamas di jalur Gaza menuduh Abbas sengaja memperlambat upaya rekonsiliasi, karena Abbas masih berharap adanya pembaruan soal perundingan damai dengan Israel.
"Informasi kami menunjukkan, bahwa Presiden Abbas akan menuju arah untuk menghidupkan kembali perundingan dengan pendudukan (Israel) saat pemilu di Israel selesai," kata seorang pejabat senior Hamas, Salah al-Bardaweel.
Hani Habib, seorang analis politik di Gaza mengatakan, pembicaraan di Kairo hanya memiliki sedikit peluang untuk sukses. "Pembicaraan hari itu dimaksudkan untuk menunjukkan sesuatu mengenai rekonsiliasi, tapi tak ada sesuatu yang baru. Masing-masing pihak belum mampu memutar lengan lainnya dan oleh karena itu masing-masing senang dengan status quo,” kata Habib.
Seperti dilaporkan Reuters, belum ada konfirmasi dari Presiden Otoritas Palestina yang juga pemimpin Fatah, Mahmoud Abbas atas rencana ini. Begitu juga dari pemimpin Hamas, Khaled Meshaal. Namun, sebuah kesepakatan antara Hamas dan Fatah telah dicapai pada tahun lalu.
Para pejabat Mesir mengatakan, Morsi akan bertemu secara terpisah dengan Abbas dan Meshaal untuk membahas kesepakatan rekonsiliasi. Sebagai mediator, Mesir diharap bisa membujuk Abbas dan Meshaal untuk duduk dalam satu meja. Sejumlah kalangan menyebut, Abbas enggan untuk berada satu meja dengan Meshaal, sebab itu berarti memberi status setara bagi pemimpin Hamas.
Seorang pejabat senior Hamas di jalur Gaza menuduh Abbas sengaja memperlambat upaya rekonsiliasi, karena Abbas masih berharap adanya pembaruan soal perundingan damai dengan Israel.
"Informasi kami menunjukkan, bahwa Presiden Abbas akan menuju arah untuk menghidupkan kembali perundingan dengan pendudukan (Israel) saat pemilu di Israel selesai," kata seorang pejabat senior Hamas, Salah al-Bardaweel.
Hani Habib, seorang analis politik di Gaza mengatakan, pembicaraan di Kairo hanya memiliki sedikit peluang untuk sukses. "Pembicaraan hari itu dimaksudkan untuk menunjukkan sesuatu mengenai rekonsiliasi, tapi tak ada sesuatu yang baru. Masing-masing pihak belum mampu memutar lengan lainnya dan oleh karena itu masing-masing senang dengan status quo,” kata Habib.
(esn)