Dua tersangka pemerkosa mahasiswi New Delhi ngaku tidak bersalah
Selasa, 08 Januari 2013 - 21:20 WIB
Dua tersangka pemerkosa mahasiswi New Delhi ngaku tidak bersalah
A
A
A
Sindonews.com - Dua dari lima orang tersangka perkosaan dan pembunuhan terhadap seorang mahasiswi di sebuah bus kota di New Delhi, India, mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan, Senin (7/1/2013).
"Klien saya, Mukesh Singh dan Akshay Thakur mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan yang disampaikan oleh pengadilan. Namun, semuanya belum terbukti," ungkap Manohar Lal Sharma, seperti diberitakan dalam theglobeandmail.
Mukesh Singh adalah adik dari sopir bus, Ram Singh. Sementara, Thakur adalah dua dari lima orang yang dituduh melakukan perkosaan pada 16 Desember lalu.
Kabarnya, pihak kepolisian sebelumnya telah mengidentifikasi noda darah dari tempat kejadian perkara. Sementara itu, demi memberikan keadilan pada lima tersangka, pengacara menantang pengadilan menghadirkan bukti yang menunjukan bahwa kelima kliennya bersalah.
Seperti diketahui, berdasarkan berkas pengadilan, lima dari enam tersangka digugat melakukan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, penculikan, perusakan barang bukti, dan beberapa pelanggaran lainnya. Sementara tersangka ke enam, seorang remaja 17 tahun akan diadili secara terpisah di bawah pengadilan anak-anak.
Sidang berikutnya akan dilanjutkan pada 10 Januari mendatang secara tertutup. Hakim India memutuskan untuk membentuk sebuah pengadilan jalur cepat untuk kasus ini, mengingat besarnya amarah yang timbul di kalangan rakyat India atas kasus perkosaan ini.
"Klien saya, Mukesh Singh dan Akshay Thakur mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan yang disampaikan oleh pengadilan. Namun, semuanya belum terbukti," ungkap Manohar Lal Sharma, seperti diberitakan dalam theglobeandmail.
Mukesh Singh adalah adik dari sopir bus, Ram Singh. Sementara, Thakur adalah dua dari lima orang yang dituduh melakukan perkosaan pada 16 Desember lalu.
Kabarnya, pihak kepolisian sebelumnya telah mengidentifikasi noda darah dari tempat kejadian perkara. Sementara itu, demi memberikan keadilan pada lima tersangka, pengacara menantang pengadilan menghadirkan bukti yang menunjukan bahwa kelima kliennya bersalah.
Seperti diketahui, berdasarkan berkas pengadilan, lima dari enam tersangka digugat melakukan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, penculikan, perusakan barang bukti, dan beberapa pelanggaran lainnya. Sementara tersangka ke enam, seorang remaja 17 tahun akan diadili secara terpisah di bawah pengadilan anak-anak.
Sidang berikutnya akan dilanjutkan pada 10 Januari mendatang secara tertutup. Hakim India memutuskan untuk membentuk sebuah pengadilan jalur cepat untuk kasus ini, mengingat besarnya amarah yang timbul di kalangan rakyat India atas kasus perkosaan ini.
(esn)