PLO upayakan pengungsi Palestina bisa kembali ke Yarmouk
Selasa, 08 Januari 2013 - 08:00 WIB
PLO upayakan pengungsi Palestina bisa kembali ke Yarmouk
A
A
A
Sindonews.com – Pembicaraan antara tiga pihak, yakni Pemimpin PLO, perwakilan pemberontak Suriah, dan perwakilan Pemerintah Suriah sedang berlangsung untuk menyelesaikan kesepakatan soal perizinan bagi pengungsi Suriah untuk kembali ke kamp pengungsi Yarmouk, Damaskus, Suriah.
Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat senior PLO di Damaskus, Anwar Abdul Hadi, Senin (7/1/2013). “Kesepakatan telah tertunda karena adanya beberapa tuntutan dari kaum pemberontak Suriah,” ujar Hadi, seperti dikutip dari Ma’an News.
Para pengungsi ini melarikan diri pada bulan lalu, karena adanya bentrokan bersenjata di Kamp Yarmouk. Hadi mengatakan, perwakilan PLO yang bertanggung jawab untuk mengadakan pembicaraan, telah menyatakan bahwa kesepakatan dicapai tanpa adanya jaminan pengungsi Palestina bisa kembali ke kamp Yarmouk.
Perwakilan PLO telah mengajukan tiga tuntutan utama dalam negosiasi. Tuntutan itu adalah, semua kelompok bersenjata, termasuk orang bersenjata Palestina harus menarik diri dari kamp. Selain itu, makanan dan bahan bakar harus disediakan untuk pengungsi dan netralitas dari kamp harus dihormati oleh semua pihak.
“PLO tidak akan meminta para pengungsi untuk kembali ke Yarmouk, jika orang-orang bersenjata masih beroperasi di dalam kamp,” tambah Hadi. Pada akhir pekan lalu, enam pengungsi Palestina tewas akibat pertikaian bersenjata.
Yarmouk telah berada di bawah blokade total oleh tentara Suriah selama empat hari. Blokade ini dilakukan untuk mencegah masuknya pasokan bahan bakar, makanan, dan medis.
Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat senior PLO di Damaskus, Anwar Abdul Hadi, Senin (7/1/2013). “Kesepakatan telah tertunda karena adanya beberapa tuntutan dari kaum pemberontak Suriah,” ujar Hadi, seperti dikutip dari Ma’an News.
Para pengungsi ini melarikan diri pada bulan lalu, karena adanya bentrokan bersenjata di Kamp Yarmouk. Hadi mengatakan, perwakilan PLO yang bertanggung jawab untuk mengadakan pembicaraan, telah menyatakan bahwa kesepakatan dicapai tanpa adanya jaminan pengungsi Palestina bisa kembali ke kamp Yarmouk.
Perwakilan PLO telah mengajukan tiga tuntutan utama dalam negosiasi. Tuntutan itu adalah, semua kelompok bersenjata, termasuk orang bersenjata Palestina harus menarik diri dari kamp. Selain itu, makanan dan bahan bakar harus disediakan untuk pengungsi dan netralitas dari kamp harus dihormati oleh semua pihak.
“PLO tidak akan meminta para pengungsi untuk kembali ke Yarmouk, jika orang-orang bersenjata masih beroperasi di dalam kamp,” tambah Hadi. Pada akhir pekan lalu, enam pengungsi Palestina tewas akibat pertikaian bersenjata.
Yarmouk telah berada di bawah blokade total oleh tentara Suriah selama empat hari. Blokade ini dilakukan untuk mencegah masuknya pasokan bahan bakar, makanan, dan medis.
(esn)