JPU punya bukti kuat untuk geng pemerkosa New Delhi
Sabtu, 05 Januari 2013 - 23:41 WIB
JPU punya bukti kuat untuk geng pemerkosa New Delhi
A
A
A
Sindonews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) India, Rajiv Mohan, mengaku memiliki bukti forensik yang kuat terhadap lima orang yang dituduh melakukan perkosaan terhadap seorang mahasiswi di New Delhi, India, dua pekan lalu.
"Kami telah mengajukan semua bukti," kata Mohan dalam sidang di Pengadilan Saket, sebelah selatan New Delhi, Sabtu (5/1/2013). "Darah korban sama dengan noda yang ditemukan pada pakaian terdakwa," tambahnya. Menurut Mohan, polisi telah melakukan tes DNA.
Sidang pada Sabtu ini mengawali persidangan kasus perkosaan yang menyita perhatian dunia. Seorang Hakim Distrik Saket yang menangani kasus ini memerintahkan para terdakwa tampil untuk pertama kalinya di persidangan pada Senin 7 Januari 2013.
Mohan juga mengatakan, bahwa polisi telah menemukan harta benda korban yang diambil oleh para pelaku. Selain itu, pacar korban yang ada di lokasi kejadian, juga telah mengidentifikasi para pelaku perkosaan ini.
Korban perkosaan tersebut akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura. Aksi perkosaan ini terbilang sangat sadis, karena korban dan pacarnya dilempar keluar dari bus yang sedang berjalan.
"Kami telah mengajukan semua bukti," kata Mohan dalam sidang di Pengadilan Saket, sebelah selatan New Delhi, Sabtu (5/1/2013). "Darah korban sama dengan noda yang ditemukan pada pakaian terdakwa," tambahnya. Menurut Mohan, polisi telah melakukan tes DNA.
Sidang pada Sabtu ini mengawali persidangan kasus perkosaan yang menyita perhatian dunia. Seorang Hakim Distrik Saket yang menangani kasus ini memerintahkan para terdakwa tampil untuk pertama kalinya di persidangan pada Senin 7 Januari 2013.
Mohan juga mengatakan, bahwa polisi telah menemukan harta benda korban yang diambil oleh para pelaku. Selain itu, pacar korban yang ada di lokasi kejadian, juga telah mengidentifikasi para pelaku perkosaan ini.
Korban perkosaan tersebut akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura. Aksi perkosaan ini terbilang sangat sadis, karena korban dan pacarnya dilempar keluar dari bus yang sedang berjalan.
(esn)