Warga Kachin tuntut janji Suu Kyi
Sabtu, 05 Januari 2013 - 20:08 WIB
Warga Kachin tuntut janji Suu Kyi
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah mediator konflik yang mencoba menciptakan perdamian antara militer dan etnis pemberontak minoritas Myanmar menagih janji Aung San Suu Kyi. Mereka mendesak pemenang Nobel Perdamian Dunia itu membantu mengakhiri konflik berdarah di wilayah Utara Myanmar, Sabtu (5/1/2013).
"Suu Kyi memiliki tangggung jawab untuk menciptakan perdamian di antar etnis di Myanamr. Pasalnya, saat kampanye lalu, dia datang ke negara bagian Kachin dan menyingung tentang masalah perdamaian. Dia tidak bisa melupakan Kachin begitu saja," ungkap Yup Zaw Hkaung, seorang pengusaha lokal dan negosiator perdamaian di negara bagian Kachin ibukota Myitkyina seperti diberitakan dalam Thestar.
"Apalagi kini oposisi dan Presiden Myanmar Thein Sein telah menjawab surat meminta bantuan permohonan pengajuan pengupayaan perdamaian di Myanmar," timpal Hkaung.
Di Utara Kachin, puluhan ribu orang telah mengungsi sejak Juni 2011. Pasalnya, rusaknya gencatan senjata yang telah terjalin selama 17 tahun antara pemerintah dan pemberontak Kachin Independence Army (KIA) telah memaksa miiter mengunakan serangan udara untuk menghabisi pemberontak. Hal tersebut membuat masyarakat internasional khawatirkan, akan pecahnya perang saudara dan akan merusak reformasi politik yang telah diupayakan sejak 2011 lalu.
"Pertempuran antara militer dan pemberontak telah meningkat. Kami mendesak Suu Kyi segera melakukan dialog karena orang-orang masih dirundung masalah," terang Hkuang. "Kelompok Pengupaya Perdamaian di tingkat lokal di Myanmar yang di bentuk oleh tiga pengusaha lokal siap membahas upaya untuk mendamaikan konflik,"pungkasnya.
"Suu Kyi memiliki tangggung jawab untuk menciptakan perdamian di antar etnis di Myanamr. Pasalnya, saat kampanye lalu, dia datang ke negara bagian Kachin dan menyingung tentang masalah perdamaian. Dia tidak bisa melupakan Kachin begitu saja," ungkap Yup Zaw Hkaung, seorang pengusaha lokal dan negosiator perdamaian di negara bagian Kachin ibukota Myitkyina seperti diberitakan dalam Thestar.
"Apalagi kini oposisi dan Presiden Myanmar Thein Sein telah menjawab surat meminta bantuan permohonan pengajuan pengupayaan perdamaian di Myanmar," timpal Hkaung.
Di Utara Kachin, puluhan ribu orang telah mengungsi sejak Juni 2011. Pasalnya, rusaknya gencatan senjata yang telah terjalin selama 17 tahun antara pemerintah dan pemberontak Kachin Independence Army (KIA) telah memaksa miiter mengunakan serangan udara untuk menghabisi pemberontak. Hal tersebut membuat masyarakat internasional khawatirkan, akan pecahnya perang saudara dan akan merusak reformasi politik yang telah diupayakan sejak 2011 lalu.
"Pertempuran antara militer dan pemberontak telah meningkat. Kami mendesak Suu Kyi segera melakukan dialog karena orang-orang masih dirundung masalah," terang Hkuang. "Kelompok Pengupaya Perdamaian di tingkat lokal di Myanmar yang di bentuk oleh tiga pengusaha lokal siap membahas upaya untuk mendamaikan konflik,"pungkasnya.
(esn)