Pengacara India tolak wakili pelaku perkosaan Mahasiswi New Delhi

Rabu, 02 Januari 2013 - 21:11 WIB
Pengacara India tolak...
Pengacara India tolak wakili pelaku perkosaan Mahasiswi New Delhi
A A A
Sindonews.com - Sejumlah pengacara dari Distrik Sekat, India, menolak membela enam anggota geng yang melakukan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi berusia 23 tahun, Rabu (2/1/2012). Pengumuman tersebut datang, sehari sebelum Pengadilan Distrik Saket di selatan New Delhi memulai sidang pertama, yang rencanaya akan digelar Kamis 3 Januari 2013.

"Kami telah memutuskan, tidak ada satupun pengacara yang akan membela orang tak bermoral (pelaku pemerkosaan)," ungkap Sanjay Kumar, pengacara sekaligus anggota Saket District Bar Council, seperti diberitakan Presstv.

Kumar menambahkan, sejauh ini sudah ada 2.500 pengacara yang memutuskan menjauhi kasus persidangan ini. Langkah ini diambil guna memberikan keadilan pada mahasiswi yang tewas akhir pekan lalu di sebuah rumah sakit di Singapura.

Hal senada rupanya juga dilakukan oleh sejumlah pengacara di luar Distrik Saket. Kumar menuturkan, buntut dari penolakan masal ini adalah memaksa pemerintah menunjuk seorang untuk dijadikan pengacara bagi para terdakwa.

Kabarnya, pelaku penganiayaan dan pemerkosaan tersebut berjumlah enam orang. Namun, pihak pengadilan masih akan menyelidiki usia salah satu, yang kabarnya adalah remaja 17 tahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak pengadilan, dipastikan lima orang tersangka didakwa dengan tuduhan percobaan pembunuhan, hingga menghilangkan nyawa korban.

Mahasiswi yang tak dipublikasikan namanya itu, pada 16 Desember lalu pulang dari bioskop dengan menumpang bus bersama dengan seorang teman prianya. Laporan media mengatakan, enam orang di dalam bus itu memukuli mereka dengan batang logam dan berulang kali memperkosa si mahasiswi.

Media mengatakan, tongkat besi itu juga digunakan dalam aksi pemerkosaan dan menyebabkan luka parah pada diri si mahasiswi. Geng pemerkosa itu lantas melempar keduanya dari bus yang sedang berjalan. Meski menderita luka-luka, teman laki-laki si wanita selamat.

Kasus perkosaan yang dialami mahasiswi ini telah memicu kerusuhan massal di India. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar di beberapa kota di India dan menyebabkan bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sedikitnya, 6 orang demonstran telah ditangkap oleh aparat keamanan India.
(esn)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
3 menit yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
24 menit yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
1 jam yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
1 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
1 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
2 jam yang lalu
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved