India akan dirikan kantor polisi wanita
Jum'at, 28 Desember 2012 - 20:29 WIB
India akan dirikan kantor polisi wanita
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Menteri negara bagian Bengal Barat, India, Mamata Banerjee, mengumumkan rencana untuk membangun pos polisi khusus wanita di seantero negara bagian itu. “65 kantor polisi wanita akan dibangun di negara bagian Bengal Barat untuk menangani kejahatan terhadap perempuan,” ujar Banerjee, Jumat (28/12/2012), seperti dikutip dari ABC News.
Ia juga menyatakan, saat ini 10 pos polisi wanita sudah berfungsi. Selain itu, ia juga ingin membangun pengadilan baru. “158 pengadilan baru sedang didirikan di negara bagian untuk jalur cepat kasus yang melibatkan kejahatan terhadap perempuan,” lanjutnya.
Kurangnya petugas perempuan telah banyak disalahkan atas kegagalan dari beberapa pasukan polisi untuk mengusut tuntas dugaan kejahatan seks. Saat ini, perbandingan petugas wanita dengan petugas pria di India adalah satu berbanding lima.
Pernyataan ini disampaikan Banerjee, setelah munculnya usualn dari Pemerintah Federal India untuk merekrut lebih banyak petugas wanita untuk membangun kepercayaan publik. Semua ini dilakukan sebagai dampak kasus perkosaan yang menimpa seorang mahasiswi berusia 23 tahun di New Delhi.
Kasus perkosaan yang dialami mahasiswi ini telah memicu kerusuhan massal di India. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar di beberapa kota di India dan menyebabkan bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sedikitnya, 6 orang demonstran telah ditangkap oleh aparat keamanan India.
Aksi perkosaan ini terjadi pekan lalu di sebuah bus yang sedang melaju. Saat itu, korban diperkosa selama satu jam oleh beberapa tersangka. Ia juga dipukuli dan dilempar keluar dari bus yang tengah melaju di New Delhi. Saat ini, korban tengah menjalani pengobatan di Singapura.
Ia juga menyatakan, saat ini 10 pos polisi wanita sudah berfungsi. Selain itu, ia juga ingin membangun pengadilan baru. “158 pengadilan baru sedang didirikan di negara bagian untuk jalur cepat kasus yang melibatkan kejahatan terhadap perempuan,” lanjutnya.
Kurangnya petugas perempuan telah banyak disalahkan atas kegagalan dari beberapa pasukan polisi untuk mengusut tuntas dugaan kejahatan seks. Saat ini, perbandingan petugas wanita dengan petugas pria di India adalah satu berbanding lima.
Pernyataan ini disampaikan Banerjee, setelah munculnya usualn dari Pemerintah Federal India untuk merekrut lebih banyak petugas wanita untuk membangun kepercayaan publik. Semua ini dilakukan sebagai dampak kasus perkosaan yang menimpa seorang mahasiswi berusia 23 tahun di New Delhi.
Kasus perkosaan yang dialami mahasiswi ini telah memicu kerusuhan massal di India. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar di beberapa kota di India dan menyebabkan bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sedikitnya, 6 orang demonstran telah ditangkap oleh aparat keamanan India.
Aksi perkosaan ini terjadi pekan lalu di sebuah bus yang sedang melaju. Saat itu, korban diperkosa selama satu jam oleh beberapa tersangka. Ia juga dipukuli dan dilempar keluar dari bus yang tengah melaju di New Delhi. Saat ini, korban tengah menjalani pengobatan di Singapura.
(esn)