Ahmadinejad pecat satu-satunya menteri perempuan Iran
Kamis, 27 Desember 2012 - 23:53 WIB
Ahmadinejad pecat satu-satunya menteri perempuan Iran
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memecat satu-satunya menteri perempuan dalam kabinetnya, Marzieh Vahid Dastjerdi, Kamis (27/12/2012). Dastjerdi yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan dilengserkan dari jabatannya karena dianggap gagal menyediakan dana untuk mengimpor obat-obatan penting.
Dastjerdi ditunjuk sebagai orang nomor satu di Kementerian Kesehatan Iran pada 2009 silam. Ia adalah menteri wanita pertama sejak Republik Islam Iran berdiri pada 1979. Dastjerdi adalah seorang politikus konservatif yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan. Ia telah memotivasi kaum perempuan Iran untuk lebih berperan dalam masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, telah muncul laporan bahwa terjadi kekurangan stok beberapa obat penting untuk penyakit kanker, multiple sclerosis, kelainan darah, dan sejumlah penyakit serius lainnya.
Bulan lalu, Dastjerdi mengatakan, hanya tersedia seperempat dari anggaran senilai USD 2,4 miliar yang dialokasikan untuk impor obat-obatan. Dan, ada kekurangan stok mata uang asing untuk pengiriman obat-obatan.
"Pengobatan lebih penting daripada roti. Saya telah mendengar, bahwa mobil mewah telah diimpor dengan dolar subsidi. Tapi, saya tidak tahu apa yang terjadi pada dolar yang seharusnya dialokasikan untuk mengimpor obat-obatan," kata Dastjerdi di televisi negara.
Para pejabat Iran menyalahkan sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat atas kekurangan mata uang asing yang dialami Iran. Lawan politik Ahmadinejad menuduh sang Presiden telah memperburuk efek sanksi melalui manajemen yang buruk.
Dalam sebuah pernyataan singkat, Ahmadinejad mengumumkan penunjukan interim Mohammad Hassan Thariqat Monfared sebagai Kepala Kementerian Kesehatan Iran yang baru, menggantikan Dastjerdi.
"Memperhatikan komitmen Anda dan pengalaman yang berharga dan berdasarkan konstitusi, saya menunjuk Anda sebagai caretaker Menteri kesehatan,” ujar Ahmadinejad dalam sebuah pernyataan yang dimuat media-media Iran.
Dastjerdi ditunjuk sebagai orang nomor satu di Kementerian Kesehatan Iran pada 2009 silam. Ia adalah menteri wanita pertama sejak Republik Islam Iran berdiri pada 1979. Dastjerdi adalah seorang politikus konservatif yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan. Ia telah memotivasi kaum perempuan Iran untuk lebih berperan dalam masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, telah muncul laporan bahwa terjadi kekurangan stok beberapa obat penting untuk penyakit kanker, multiple sclerosis, kelainan darah, dan sejumlah penyakit serius lainnya.
Bulan lalu, Dastjerdi mengatakan, hanya tersedia seperempat dari anggaran senilai USD 2,4 miliar yang dialokasikan untuk impor obat-obatan. Dan, ada kekurangan stok mata uang asing untuk pengiriman obat-obatan.
"Pengobatan lebih penting daripada roti. Saya telah mendengar, bahwa mobil mewah telah diimpor dengan dolar subsidi. Tapi, saya tidak tahu apa yang terjadi pada dolar yang seharusnya dialokasikan untuk mengimpor obat-obatan," kata Dastjerdi di televisi negara.
Para pejabat Iran menyalahkan sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat atas kekurangan mata uang asing yang dialami Iran. Lawan politik Ahmadinejad menuduh sang Presiden telah memperburuk efek sanksi melalui manajemen yang buruk.
Dalam sebuah pernyataan singkat, Ahmadinejad mengumumkan penunjukan interim Mohammad Hassan Thariqat Monfared sebagai Kepala Kementerian Kesehatan Iran yang baru, menggantikan Dastjerdi.
"Memperhatikan komitmen Anda dan pengalaman yang berharga dan berdasarkan konstitusi, saya menunjuk Anda sebagai caretaker Menteri kesehatan,” ujar Ahmadinejad dalam sebuah pernyataan yang dimuat media-media Iran.
(esn)