Presiden Mesir bersiap rombak kabinet
Kamis, 27 Desember 2012 - 21:02 WIB
Presiden Mesir bersiap rombak kabinet
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir Mohamed Morsi mengatakan, saat ini ia sedang membahas perombakan kabinet dengan Perdana Menteri Hesham Qandil. Morsi membuat pernyataan ini setelah meresmikan konstitusi baru bagi Mesir, Rabu (26/12/2012) malam. Konstitusi ini setujui sebagian besar masyarakat Mesir melalui dua tahapan referendum.
Morsi memuji kabinet Qandil, yang disebutnya telah bekerja di bawah kondisi yang sangat kritis. Mengacu pada konstitusi disetujui, Morsi mengatakan, undang-undang baru itu menjamin hak-hak warga dan kebebasan warga negara, serta mendukung persatuan nasional yang merupakan tulang punggung negara.
Menurut Morsi, dalam beberapa hari mendatang rakyat Mesir akan menyaksikan peluncuran proyek-proyek baru untuk meningkatkan perekonomian negara. Morsi juga memperbaharui undangan bagi kaum oposisi untuk berpartisipasi dalam dialog nasional yang sedang berlangsung. Ia menjamin, bahwa pemerintahannya akan menghormati hukum dan konstitusi.
Morsi mengatakan, persetujuan dari konstitusi adalah langkah yang sangat penting bagi negara itu. Terutama setelah terjadinya pergolakan yang meruntuhkan rezim Hosni Mobarak, tahun lalu. Menurut Morsi, konstitusi baru justru menurunkan kekuasaan presiden dan membuat dirinya menjadi "hamba" bagi warga Mesir.
"Kekuasaan legislatif sudah dipindahkan, dari Presiden ke Dewan Syura (majelis tinggi parlemen), setelah konstitusi itu disetujui. Kekuasaan ini kemudian akan ditransfer ke perwakilan baru rakyat yang akan dipilih dalam waktu dekat,” ujar Morsi, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (27/12/2012).
Morsi memuji kabinet Qandil, yang disebutnya telah bekerja di bawah kondisi yang sangat kritis. Mengacu pada konstitusi disetujui, Morsi mengatakan, undang-undang baru itu menjamin hak-hak warga dan kebebasan warga negara, serta mendukung persatuan nasional yang merupakan tulang punggung negara.
Menurut Morsi, dalam beberapa hari mendatang rakyat Mesir akan menyaksikan peluncuran proyek-proyek baru untuk meningkatkan perekonomian negara. Morsi juga memperbaharui undangan bagi kaum oposisi untuk berpartisipasi dalam dialog nasional yang sedang berlangsung. Ia menjamin, bahwa pemerintahannya akan menghormati hukum dan konstitusi.
Morsi mengatakan, persetujuan dari konstitusi adalah langkah yang sangat penting bagi negara itu. Terutama setelah terjadinya pergolakan yang meruntuhkan rezim Hosni Mobarak, tahun lalu. Menurut Morsi, konstitusi baru justru menurunkan kekuasaan presiden dan membuat dirinya menjadi "hamba" bagi warga Mesir.
"Kekuasaan legislatif sudah dipindahkan, dari Presiden ke Dewan Syura (majelis tinggi parlemen), setelah konstitusi itu disetujui. Kekuasaan ini kemudian akan ditransfer ke perwakilan baru rakyat yang akan dipilih dalam waktu dekat,” ujar Morsi, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (27/12/2012).
(esn)