Iran bantah tolak diinspeksi IAEA
Kamis, 27 Desember 2012 - 17:28 WIB
Iran bantah tolak diinspeksi IAEA
A
A
A
Sindonews.com - Utusan Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Ali Asghar Soltanieh mengatakan negaranya tidak akan menolak IAEA mengunjungi komplek militer Parchin. Komplek yang berada sekitar 30 km tenggara Teheran ini diyakini oleh negara Barat sebagai tempat pengujian senjata nuklir.
"Setelah mencapai kesepakatan kami mengizikan IAEA melakukan kunjungan tersebut," ungkap Soltanieh seperti diberitakan dalam ISNA, Kamis (27/12/2012).
"Setelah putaran kedua perundingan nuklir iran, Iran telah menawarkan IAEA mengunjungi lokasi militer yang mereka yakini sebagai tempat pengujian bahan peledak berkekuatan besar. Namun, delegasi IAEA yang berkunjung ke kembali ke Wina tanpa melakukan kunjungan tersebut," tutur Soltanieh.
Soltanieh mengatakan dalam kunjungan tersebut IAEA meminta Iran bekerjasama untuk melaksanakan protokol tambahan dan menghentikan aktifitas pengayaan nuklir yang tidak memiliki validitas hukum. Sayangnya, semua kegiatan di fasilitas nuklir dan pengayaan nuklir Iran sesuai dengan aturan IAEA.
"Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, 10 artikel yang dikeluarkan oleh IAEA menjelaskan bahwa fasilitas pengembangan nuklir Iran kosisten dengan tujuan pengembangan nuklir Iran," tutur Soltanieh.
Soltanieh menambahkan kunjungan yang dilakukan oleh sejumlah tim IAEA beberapa waktu yang lalu bukan ditujukan untuk pemerisaan rutin. Kedatangan tim IAEA itu merupakan pembicaraan mengenai sifat nuklir Iran dan kerangka kegiatan nuklir Iran di masa depan. "Mereka merupakan pejabat tinggi IAEA yang aktif dalam bidang hukum, politik dan teknis," pungkasnya.
"Setelah mencapai kesepakatan kami mengizikan IAEA melakukan kunjungan tersebut," ungkap Soltanieh seperti diberitakan dalam ISNA, Kamis (27/12/2012).
"Setelah putaran kedua perundingan nuklir iran, Iran telah menawarkan IAEA mengunjungi lokasi militer yang mereka yakini sebagai tempat pengujian bahan peledak berkekuatan besar. Namun, delegasi IAEA yang berkunjung ke kembali ke Wina tanpa melakukan kunjungan tersebut," tutur Soltanieh.
Soltanieh mengatakan dalam kunjungan tersebut IAEA meminta Iran bekerjasama untuk melaksanakan protokol tambahan dan menghentikan aktifitas pengayaan nuklir yang tidak memiliki validitas hukum. Sayangnya, semua kegiatan di fasilitas nuklir dan pengayaan nuklir Iran sesuai dengan aturan IAEA.
"Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, 10 artikel yang dikeluarkan oleh IAEA menjelaskan bahwa fasilitas pengembangan nuklir Iran kosisten dengan tujuan pengembangan nuklir Iran," tutur Soltanieh.
Soltanieh menambahkan kunjungan yang dilakukan oleh sejumlah tim IAEA beberapa waktu yang lalu bukan ditujukan untuk pemerisaan rutin. Kedatangan tim IAEA itu merupakan pembicaraan mengenai sifat nuklir Iran dan kerangka kegiatan nuklir Iran di masa depan. "Mereka merupakan pejabat tinggi IAEA yang aktif dalam bidang hukum, politik dan teknis," pungkasnya.
(esn)