Iran tolak tuduhan negara-negara Arab sekutu AS
Rabu, 26 Desember 2012 - 16:59 WIB
Iran tolak tuduhan negara-negara Arab sekutu AS
A
A
A
Sindonews.com - Iran menolak tuduhan dari negara-negara Arab sekutu Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC). Kemarin, enam negara anggota GCC mendesak Iran untuk tidak campur tangan dalam konflik regional dan perang di Suriah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, negara Arab anggota GCC hanya bisa menyalahkan Iran.
"Pergeseran tanggung jawab untuk masalah dalam negeri dari negara-negara regional adalah cara berjalan yang jauh dari kenyataan. Dan, menyalahkan orang lain atau menggunakan metode menindas bukanlah cara yang tepat untuk menjawab tuntutan perdata," kata Mehmanparast, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Rabu (26/12/2012).
Enam negara anggota GCC adalah Arab Saudi, Uni Emirat Emirates, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait. Salah satu keluhan yang paling menonjol datang dari Bahrain. Negara ini telah berulang kali menuduh Iran ikut campur tangan dalam politik internal mereka, dengan memprovokasi terciptanya aksi protes di Bahrain.
Di Manama, Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid Bin Ahmed Bin Mohammed Al Khalifa mengatakan, bahwa Iran telah menimbulkan ancaman sangat serius bagi negaranya. "Secara politis ada banyak campur tangan dalam urusan dalam negeri kami. GCC menyatakan, ancaman lingkungan untuk wilayah kita dari teknologi yang digunakan di dalam fasilitas nuklir,” kata Khalifa.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, negara Arab anggota GCC hanya bisa menyalahkan Iran.
"Pergeseran tanggung jawab untuk masalah dalam negeri dari negara-negara regional adalah cara berjalan yang jauh dari kenyataan. Dan, menyalahkan orang lain atau menggunakan metode menindas bukanlah cara yang tepat untuk menjawab tuntutan perdata," kata Mehmanparast, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Rabu (26/12/2012).
Enam negara anggota GCC adalah Arab Saudi, Uni Emirat Emirates, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait. Salah satu keluhan yang paling menonjol datang dari Bahrain. Negara ini telah berulang kali menuduh Iran ikut campur tangan dalam politik internal mereka, dengan memprovokasi terciptanya aksi protes di Bahrain.
Di Manama, Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid Bin Ahmed Bin Mohammed Al Khalifa mengatakan, bahwa Iran telah menimbulkan ancaman sangat serius bagi negaranya. "Secara politis ada banyak campur tangan dalam urusan dalam negeri kami. GCC menyatakan, ancaman lingkungan untuk wilayah kita dari teknologi yang digunakan di dalam fasilitas nuklir,” kata Khalifa.
(esn)