Iran: Tenaga kerja asing tak dibayar untuk kenakan jilbab
Rabu, 26 Desember 2012 - 16:57 WIB
Iran: Tenaga kerja asing tak dibayar untuk kenakan jilbab
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Iran membantah laporan yang menyebut negara Islam itu membayar
tenaga kerja perempuan asing untuk mengenakan busana muslim dan jilbab selama bekerja di Iran.
"Berdasarkan laporan yang kami dapatkan dari kantor Gubernur di Bushehr, pembayaran untuk tenaga kerja wanita asal Rusia agar mengenakan jilbab, sama sekali tidak benar," kata Hassan Ghasghavi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang bertanggung jawab atas urusan konsuler, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Rabu (26/12/2012).
Satu hari sebelumnya, muncul pernyataan dari anggota parlemen di Provinsi Bushehr, Mehdi Mousavinejad. Ia menyatakan, bahwa para teknisi wanita asal Rusia yang bekerja di situs reaktor nuklir pembangkit listrik Bushehr dibayar untuk mengenakan jilbab.
“Berdasarkan kontrak yang ditandatangani dengan karyawan perempuan Rusia di pabrik nuklir listrik Bushehr, mereka menerima pembayaran untuk mengenakan jilbab. Tapi, meskipun pembayaran dilakukan, mereka tidak memenuhi komitmen,” kata Mousavinejad.
Pernyataan Mousavinejad inilah yang dibantah Pemerintah Iran. “Tidak ada pembayaran jilbab kepada perempuan Rusia maupun untuk orang asing yang bekerja di Iran. Teknisi wanita Rusia mematuhi kode moral dan norma-norma masyarakat religius di Bushehr," tegas Ghasghavi.
tenaga kerja perempuan asing untuk mengenakan busana muslim dan jilbab selama bekerja di Iran.
"Berdasarkan laporan yang kami dapatkan dari kantor Gubernur di Bushehr, pembayaran untuk tenaga kerja wanita asal Rusia agar mengenakan jilbab, sama sekali tidak benar," kata Hassan Ghasghavi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang bertanggung jawab atas urusan konsuler, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Rabu (26/12/2012).
Satu hari sebelumnya, muncul pernyataan dari anggota parlemen di Provinsi Bushehr, Mehdi Mousavinejad. Ia menyatakan, bahwa para teknisi wanita asal Rusia yang bekerja di situs reaktor nuklir pembangkit listrik Bushehr dibayar untuk mengenakan jilbab.
“Berdasarkan kontrak yang ditandatangani dengan karyawan perempuan Rusia di pabrik nuklir listrik Bushehr, mereka menerima pembayaran untuk mengenakan jilbab. Tapi, meskipun pembayaran dilakukan, mereka tidak memenuhi komitmen,” kata Mousavinejad.
Pernyataan Mousavinejad inilah yang dibantah Pemerintah Iran. “Tidak ada pembayaran jilbab kepada perempuan Rusia maupun untuk orang asing yang bekerja di Iran. Teknisi wanita Rusia mematuhi kode moral dan norma-norma masyarakat religius di Bushehr," tegas Ghasghavi.
(esn)