Polisi China bongkar sindikat perdagangan anak
Rabu, 26 Desember 2012 - 10:00 WIB
Polisi China bongkar sindikat perdagangan anak
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian China telah menyelamatkan 89 anak dan menangkap 355 tersangka selama operasi pemberantasan jaringan perdagangan anak nasional. Operasi ini dimulai pada 18 Desember silam di Provinsi Guangdong dan Sichuan.
Seperti dilaporkan Xinhua, dua provinsi ini adalah wilayah yang paling banyak penduduknya di China.
"Kami akan mengumpulkan DNA anak-anak itu dan menggunakannya untuk menemukan orang tua mereka. DNA ini juga akan menjadi database DNA Nasional yang dibentuk untuk mencegah perdagangan manusia," ujar Chen Shiqu, Direktur Departemen Keamanan Publik.
Perdagangan anak di China merajalela, di mana kebijakan pengendalian populasi telah diterapkan. Di China, memiliki keturunan anak laki-laki adalah hal yang sangat diharapkan. Sebab, anak laki-laki bisa meneruskan nama keluarga. Hal ini kerap memicu tindakan aborsi dan pembunuhan terhadap bayi perempuan.
Ketidakseimbangan inisial juga telah menciptakan permintaan kriminal untuk menculik atau membeli bayi laki-laki. Namun, ada pula yang mencari bayi perempuan untuk menjadi pengantin masa depan, dengan tujuan mendapatkan mas kawin yang besar dari keluarga kaya.
Seperti dilaporkan Xinhua, dua provinsi ini adalah wilayah yang paling banyak penduduknya di China.
"Kami akan mengumpulkan DNA anak-anak itu dan menggunakannya untuk menemukan orang tua mereka. DNA ini juga akan menjadi database DNA Nasional yang dibentuk untuk mencegah perdagangan manusia," ujar Chen Shiqu, Direktur Departemen Keamanan Publik.
Perdagangan anak di China merajalela, di mana kebijakan pengendalian populasi telah diterapkan. Di China, memiliki keturunan anak laki-laki adalah hal yang sangat diharapkan. Sebab, anak laki-laki bisa meneruskan nama keluarga. Hal ini kerap memicu tindakan aborsi dan pembunuhan terhadap bayi perempuan.
Ketidakseimbangan inisial juga telah menciptakan permintaan kriminal untuk menculik atau membeli bayi laki-laki. Namun, ada pula yang mencari bayi perempuan untuk menjadi pengantin masa depan, dengan tujuan mendapatkan mas kawin yang besar dari keluarga kaya.
(esn)